Pembinaan Olahraga dan Fasilitas Atlet Kutai Barat Jadi Sorotan Dispora Kaltim

  • 05 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Rasman Rading, menyoroti kondisi pembinaan olahraga di Kabupaten Kutai Barat yang dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa cabang olahraga disebut belum memiliki organisasi yang matang, sementara ketersediaan fasilitas pendukung untuk pembinaan atlet juga masih terbatas.

Menurut Rasman, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat pembinaan olahraga yang berkelanjutan memerlukan dukungan kelembagaan yang kuat serta sarana dan prasarana yang memadai. Organisasi cabang olahraga yang aktif dan profesional menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi.

“Kutai Barat masih menjadi sorotan karena ada sejumlah cabang olahraga yang organisasinya belum tertata dengan baik dan fasilitas pendukungnya juga masih terbatas. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama,” kata Rasman, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak seharusnya menjadi hambatan bagi atlet untuk terus berkembang. Karena itu, diperlukan langkah kolaboratif antardaerah guna memastikan atlet tetap mendapatkan akses terhadap fasilitas latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Rasman menyarankan agar atlet-atlet asal Kutai Barat yang berdomisili atau menjalani pembinaan di luar daerah dapat memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia di kabupaten dan kota lain. Pemanfaatan fasilitas tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dan pembinaan yang berada dalam naungan KONI Kalimantan Timur.

“Apabila fasilitas di daerah belum tersedia, atlet dapat memanfaatkan sarana yang ada di kabupaten atau kota lain melalui pembinaan dan koordinasi KONI Kaltim. Yang terpenting adalah proses pembinaan atlet tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait rencana Kutai Barat sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tahun 2029, Rasman berharap pemerintah daerah tidak memaksakan pembangunan seluruh fasilitas olahraga di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai kerja sama dengan daerah terdekat yang telah memiliki fasilitas cabang olahraga yang memadai dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung penyelenggaraan Porprov tanpa membebani kemampuan keuangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....