Kandas di Perempat Final, Putri KW Evaluasi Fisik dan Mental

  • 05 Jun 2026 11:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Putri Kusuma Wardani terhenti di perempat final Indonesia Open 2026 setelah kalah dari wakil Tiongkok, Chen Yu Fei, dengan skor 13-21, 20-22.
  • Putri menilai konsistensi dan fokus Chen Yu Fei menjadi faktor utama yang membuat lawannya sulit dikalahkan, bahkan saat tertinggal poin.
  • Selain faktor teknis, Putri mengakui aspek fisik dan pola pikir masih perlu ditingkatkan untuk bersaing dengan pemain elite dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, harus menghentikan langkahnya pada perempat final Indonesia Open 2026. Ia kalah dari wakil Tiongkok, Chen Yu Fei, melalui pertandingan dua gim dengan skor 13-21, 20-22.

Dalam pertandingan tersebut, ia sempat memberikan perlawanan sengit terutama pada gim kedua yang berlangsung cukup ketat. Namun, Chen Yu Fei mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga akhirnya mengamankan kemenangan pada akhir pertandingan.

"Chen Yu Fei pemain yang sangat fokus sepanjang pertandingan meskipun berada dalam kondisi tertinggal. Ia tetap berusaha mendapatkan setiap poin dan menjaga konsistensi permainan," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurutnya, kemampuan lawannya menjaga fokus menjadi salah satu faktor yang membedakan permainan di level tertinggi dunia. Kondisi tersebut membuat Chen Yu Fei tetap mampu tampil tenang dan efektif dalam berbagai situasi pertandingan.

Ia menilai lawannya jarang kehilangan konsentrasi meskipun menghadapi tekanan sepanjang pertandingan berlangsung. Kemampuan tersebut membuat Chen Yu Fei mampu memanfaatkan setiap peluang untuk mengumpulkan poin-poin penting.

"Walaupun tertinggal cukup jauh, dia tetap fokus bermain dan berusaha meraih poin demi poin sepanjang laga. Kemampuan menjaga konsentrasi seperti itu menjadi salah satu keunggulan yang sangat menyulitkan untuk dihadapi." katanya.

Selain faktor teknis, ia mengakui aspek fisik dan pola pikir turut memengaruhi persaingannya menghadapi pemain elite dunia. Ia menilai kesiapan menyeluruh menjadi kebutuhan penting untuk dapat bersaing secara konsisten pada level tertinggi.

Karena itu, ia bertekad melakukan evaluasi menyeluruh setelah penampilannya pada Indonesia Open 2026 kali ini. Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan performa menghadapi turnamen internasional berikutnya sepanjang musim kompetisi berlangsung.

"Dari sisi fisik maupun cara berpikir dalam pertandingan, saya merasa masih perlu banyak peningkatan ke depannya. Menghadapi pemain level atas membutuhkan kesiapan penuh sejak awal hingga akhir pertandingan berlangsung." ujarnya.

Duel panas juga sempat dirasakan oleh Alwi Farhan saat menghadiri Jonatan Christie pada babak 16 besar. Dalam pertandingan tersebut, Alwi harus menelan kekalahan usai berhadapan dengan Jonatan Christie.

Alwi menegaskan dirinya sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Meski kalah, ia merasa bangga bisa bertarung sengit dan belajar banyak dari pengalaman menghadapi seniornya.

"Terima kasih buat ko Jo pastinya, terima kasih buat semuanya yang sudah dukung nonton langsung. Saya rasa tadi kita berdua menunjukkan semangat daya juang yang tinggi, mental pertandingan, battle yang sangat seru," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....