Runner-up di Singapore Open 2026, Fajar/Fikri Fokus Memecahkan Masalah Finis Kedua

  • 31 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MD-Final: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (3) vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (4/India) 21-18, 17-21, 16-21
  • Pertandingan berlangsung selama 73 menit di Singapore Indoor Stadium, Minggu, 31 Mei 2026
  • Hasil ini menjadi kali kelima Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri finis runner-up

RRI.CO.ID, Jakarta – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi runner-up Singapore Open 2026. Hasil ini didapat setelah keduanya kalah di partai final dari wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dalam rubber game.

Melansir laman BWF, pertandingan berlangsung selama 73 menit di Singapore Indoor Stadium, Minggu, 31 Mei 2026. Fajar/Fikri kalah dengan skor akhir 21-18, 17-21, 16-21.

Seusai pertandingan tersebut, Fajar Alfian menyampaikan lawan bermain lebih percaya diri. Ia menerangkan, Rankireddy/ Shetty mempunyai serangan yang mematikan.

“Kami sudah main maksimal tapi harus diakui lawan bermain sangat baik hari ini. Mereka sangat percaya diri dan mempunyai serangan yang sangat mematikan, beberapa kali kami terpaksa mengangkat bola yang langsung bisa dimanfaatkan,” terang Fajar.

Ia melanjutkan bahwa ini merupakan kali kelima dirinya bersama Fikri menjadi runner-up dalam turnamen internasional. Fokus Fajar bersama pasangan saat ini ialah memecahkan masalah tersebut.

“Kami coba belajar dari hal ini, di samping latihan yang keras, kami juga harus mengasah mental dalam situasi sulit. Kami harus bisa memecahkan masalah ini, sudah lima kali tampil di final tapi selalu menjadi runner up,” ucap sang kapten Piala Thomas 2026.

“Kami akan komunikasi dengan pelatih dan tim pendukung lainnya. Semoga kami bisa juara di lain kesempatan.”

Sementara berdasarkan keterangan Muhammad Shohibul Fikri, pasangan Rankireddy/ Shetty merubah pola permainan pada gim kedua dan ketiga. Mereka tampil lebih cepat dan rapat, dengan bola lebih sering tepak tinggi ke atas.

“Di gim kedua dan ketiga mereka mengubah dari servis dan pengembalian pertama, mereka lebih cepat, lebih rapat juga jadi kami lebih banyak angkat bola dan itu menjadikan kami tertekan dengan situasi yang tidak bagus. Kami tetap selalu berusaha untuk keluar dari tekanan itu tapi mereka solid sekali,” ucap Fikri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....