Teichmann dan Wang Xiyu Melaju ke Babak Kedua Prancis Terbuka
- 30 Mei 2026 21:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Paris - Di atas kertas, Jil Teichmann dan Wang Xiyu adalah pemain yang paling tidak diunggulkan di pekan kedua Roland Garros. Masing-masing berperingkat 170 dan 148 WTA, dua pemain dengan peringkat terendah yang tersisa dalam undian Roland Garros.
Jil Teichmann tampil menegsankan saat mengalahkan unggulan kesepuluh, Karolina Muchova 6-1, 7-5 di babak ketiga, setelah bangkit dari ketertinggalan 5-1 di set kedua. Sementara pemain kualifikasi Wang juga membalikkan defisit break di kedua set untuk mengalahkan Yuliia Starodubtseva 6-3, 7-5.
Dalam kedua kasus tersebut, peringkat mereka tidak mencerminkan kemampuan mereka. Teichmann, petenis kidal berusia 28 tahun yang memiliki kemampuan lengkap di lapangan tanah liat, adalah mantan pemain peringkat 21 dunia.
Peringkat tersebut menjadi peringkat tertinggi dalam kariernya yang ia raih pada tahun 2022, tahun yang sama ketika ia mencapai babak keempat Roland Garros untuk pertama kalinya. Kemenangannya atas Muchova merupakan pertandingan ulang final Praha 2019, dengan hasil yang sama, dan kemenangan kesembilannya atas pemain Top 10.
| Baca juga: Putaran Final VNL 2026 akan Digelar di Makau |
Sementara Wang, pemain kidal lainnya yang memiliki pukulan forehand mematikan, mencapai peringkat tertinggi di posisi 49 dunia pada tahun 2023. Tahun yang sama ketika ia memenangkan gelar pertamanya di Guangzhou.
Jika Teichmann dan Wang sementara waktu menghilang, itu karena keduanya telah mengambil istirahat panjang dari turnamen dalam setahun terakhir. Sejak kembali pada bulan April lalu, semangat hidup Teichmann yang biasa terlihat kembali di lapangan. Pekan lalu di Rabat, dia terlibat dalam pertarungan perempat final yang panjang melawan harapan tuan rumah Yasmine Kabbaj.
Sementara Wang Xiyu kembali tampil di turnamen setelah pulih dari cedera. Cedera bahu membuat petenis berusia 25 tahun itu absen antara Oktober tahun lalu dan Maret tahun ini.
Ia kembali bermain di level ITF dan WTA 125 di negara asalnya, Tiongkok, sebelum Roland Garros, dan sejak itu terus meraih kemenangan. Ia telah meraih tiga gelar ITF, mencatatkan rekor 27-2 (salah satu kekalahan itu karena pengunduran diri), dan belum kehilangan satu set pun dalam enam pertandingan di Paris sejauh ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....