Hoki Es Olimpiade 2026, Kanada dan AS Diproyeksikan Perebutkan Emas
- 19 Feb 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Milan - Turnamen hoki es putra Olimpiade Musim Dingin 2026 semakin menarik perhatian usai hasil perempat final. Kanada dan Amerika Serikat (AS) digadang masih menjadi favorit untuk bertemu di babak final.
Didukung dengan catatan rivalitas mereka yanng cukup intens. Secara historis, pertemuan Kanada dan Amerika Serikat selalu menjadi laga prestisius di Olimpiade.
Misalnya, duel final Vancouver 2010 dan semifinal Sochi 2014 tercatat sebagai momen ikonik dalam sejarah hoki es internasional. Di Milano Cortina 2026, rivalitas tersebut kembali memanas seiring diumumkannya nama-nama pemain papan atas NHL yang memperkuat masing-masing tim.
Nyatanya, saat ini di Milano Cortina 2026, empat tim dipastikan melaju ke semifinal, termasuk Kanada dan AS. Jika kedua tim menang di semifinal, final hoki es putra Olimpiade 2026 akan mempertemukan dua raksasa hoki dalam perebutan emas.
Kanada berhasil lolos ke semifinal setelah menang di perpanjangan waktu melawan Republik Ceko. Gol kemenangan dicetak oleh Mitch Marner di 82 detik pertama overtime.
Dalam laga itu, Tim Kanada harus bermain tanpa sang kapten, Sidney Crosby karena cedera di periode kedua. Namun, tim berhasil bangkit untuk menang dengan skor final 4-3.
Amerika Serikat juga maju ke semifinal setelah mengalahkan Swedia 2-1 lewat overtime berkat gol Quinn Hughes. Mereka tampil solid dan memanfaatkan format 3-on-3 di overtime dengan baik.
Dari hasil itu, tim Kanada otomatis akan berhadapan dengan Finlandia yang juga lolos ke babak semifinal. Sedangkan tim AS akan bertemu Slovakia.
Meskipun jelas, belum diketahui pasti tim mana saja yang akan menang di semifinal. Namun, peluang bertemu antara Kanada dan AS di final sepertinya terbuka lebar.
Kanada dan AS merupakan tim yang didominasi oleh pemain liga tertinggi hoki es, National Hockey League (NHL). Hal ini tentu menciptakan gambaran bahwa kedua tim memiliki 'power' yang besar serta performa yang impresif.
Meski demikian, semua itu masih bergantung pada hasil dari semifinal yang akan digelar 20-21 Februari mendatang. Baik Finlandia maupun Slovakia tetap berpotensi menjadi kandidat kuat untuk melaju ke babak final.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....