Presiden Prabowo Heran MBG Dituding Sebagai Pemborosan
- 20 Jul 2026 20:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo mempertanyakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dianggap pemborosan, sementara dana publik dalam jumlah besar hilang ke luar negeri.
- Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk memberikan nutrisi yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia melalui inisiatif pemerintah.
- Presiden Prabowo Subianto meyakini fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa masih benar
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengaku heran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dituding sebagai pemborosan. Padahal ribuan triliun rupiah dibawa kabur ke luar negeri namun tidak ada yang mempersoalkan.
“Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia dan dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, tidak ada yang komentar,” kata Presiden Prabowo dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden Prabowo mengatakan selama 34 tahun, kekayaan Indonesia dibawa kabur ke luar negeri namun tidak ada pakar yang memprotes. Program MBG untuk anak, ibu hamil dan lansia justru dipersoalkan dan dianggap buang-buang anggaran.
“Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun, tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” katanya.
Presiden Prabowo mengatakan tudingan lainnya adalah ekonomi akan kolpas, harga saham anjlok dan mata uang melemah karena pemborosan. Kepala Negara kembali menegaskan program MBG untuk mengatasi gizi buruk akut atau stunting.
“Kita mau memberi makan kepada anak-anak, sebagian besar juga tidak banyak yang tidak makan berangkat sekolah. Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros,” katanya.
Presiden Prabowo memiliki keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa sangat kuat dan sudah tepat. Menurutnya, fundamental yang disusun pendiri bangsa lebih masuk akal.
“Saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, masuk akal. Saya punya keyakinan bahwa itu benar,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....