Istana Pastikan Tidak Ada Reshuffle Kabinet

  • 20 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara tegas membantah adanya rencana reshuffle kabinet pada awal Agustus 2026.
  • Prasetyo Hadi juga membantah isu pencopotan Dody Hanggodo dari jabatannya sebagai Menteri Pekerjaan Umum.
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan reshuffle adalah hak prerogatif Presiden.

RRI.CO.ID, Jakarta-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah isu perombakan kabinet atau reshuffle pada awal Agustus 2026. Menteri Prasetyo juga membantah pencopotan Dody Hanggodo dari posisinya sebagai Menteri Pekerjaan Umum.

"Tidak ada isu reshuffle lah itu. Tidak ada, belum ada," kata Menteri Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi kinerja para menteri dan pimpinan tinggi lainnya. Menteri Prasetyo kembali menegaskan tidak ada reshuffle menteri dalam waktu dekat ini.

"Tidak ada isu reshuffle," ujarnya menegaskan. Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengaku tidak mengetahui rencana reshuffle kabinet karena merupakan hak prerogratif dari Presiden Prabowo.

"Kita mana tau soal itu," katanya menegaskan. Adapun Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan perombakan menteri merupakan hak mutlak dari Presiden Prabowo.

"Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos, ampun bos, ampun," kata Menteri Dody.

Sebelumnya Menteri Dody menjadi sorotan publik. Salah satu sorotan yakni gaya bicara Menteri Dody saat ditanya awak media mengenai hubungan kekerabatan dengan Aisyah Zakkiya yang merupakan Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PP).

Menteri Doddy tidak membantah atau mengiyakan Aisyah adalah keponakannya. Menteri Dody akan memberikan hadiah umrah bagi siapa saja yang membuktikan Aisyah adalah keponakannya.

"Gue kasih sayembara, kalau lu bisa buktikan. Gue kasih lu umroh, sekeluarga lu semua. Gue kasih sayembara tuh, gue kasih waktu sebulan," kata Menteri Dody kepada wartawan di Istana Kepresidenan usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 15 Juli 2026.

Disinggung mengenai gaya komunikasinya yang menuai kritik, Dody menegaskan dirinya adalah warga Jawa Timur dengan gaya bicara 'slengean'. Namun jika acara formal, Dody memastikan akan serius dalam berbicara.

"Gaya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah. Kecuali sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius, kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua," katanya menegaskan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....