Presiden Buka Opsi Kurangi Anggaran Pertahanan demi Penghematan Uang Negara
- 18 Jul 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menghemat dan mengefisienkan anggaran untuk menghilangkan kemiskinan.
- Pemerintah membuka opsi untuk mengurangi anggaran pertahanan sebagai bagian dari strategi penghematan.
- Presiden mengatakan TNI dan Kepolisian anak kandung rakyat.
RRI.CO.ID, Malang - Presiden Prabowo Subianto memastikan akan melakukan penghematan anggaran untuk menghilangkan kemiskinan di Tanah Air. Bahkan pemerintah membuka opsi untuk mengurangi anggaran pertahanan.
"Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara panen raya di Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026.
“Rela TNI? Arela Polisi?Aku tanya TNI, rela ya, anggaran dikurangi rela?” ucap Presiden seraya bertanya.
Menurut Presiden Prabowo, pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kepala Negara mengatakan jika bangsa Indonesia diusik negara lain, maka rakyat yang paling terdepan untuk melakukan perlawanan.
"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini," katanya.
Presiden Prabowo menegaskan TNI/Polri tidak dapat dipisahkan dari rakyat. TNI/ Polri, lanjut Presiden, adalah anak kandung rakyat sehingga harus selalu berada di tengah masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan rakyat.
"TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia, TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI/Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat, kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," kata Presiden, tegas.
Oleh sebab itu, Presiden Prabowo bangga dengan TNI/Polri yang turut membantu pada program ketahanan pangan. TNI melakukan pendampingan bagi petani sehingga hasil panen lebih maksimal.
TNI berhasil membangun ribuan jembatan yang menghubungkan antar desa sehingga menggerakan mobilitas masyarakat dan perekonomian. Polri membangun sumor bor buat rakyat sehingga memudahkan untuk mendapatkan akses air bersih.
"Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu. Membuat langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," kata Presiden.
"TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu titik air, kita atasi kesulitan rakyat kita atasi. TNI-Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi, TNI-Polri harus mengatasi kesulitan rakyat," ujar Kepala Negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....