Kunjungan Perdana ke Nias, Dubes Prancis Siap Promosikan Wisata dan Budaya Kepulau

  • 18 Jul 2026 12:23 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan – Dalam kunjungan perdanyanya ke Pulau Nias, Duta Besar Prancis, Fabien Penone, mengungkapkan kekagumannya akan potensi wisata dan budaya di Kepulauan Nias. Dengan potensi tersebut, Fabien Penone menilai hal ini menjadi peluang besar untuk mendorong wisatawan asal Prancis untuk mengunjungi Pulau Nias.

Ia mengemukakan, setiap bulan dirinya mengunjungi kota dan pulau yang berbeda di Indonesia untuk memperkuat kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Prancis. Pihaknya saat ini sedang memperkuat kerja sama dengan Maluku, Sulawesi, dan NTT.

“Namun, kami merasa penting untuk memperkuat kerja sama dengan Sumatra Utara serta mengenal Sumatra Utara lebih jauh. Karena masyarakat Prancis, misalnya, sudah mengenal Danau Toba, tapi menurut kami penting juga bagi mereka untuk mengenal Kepulauan Nias,” ungkapnya saat diwawancari RRI dalam kunjungan ke Kabupaten Nias Selatan, Jumat, 17 Juli 2026.

Berdasarkan data imigrasi, Fabien mengatakan, tahun 2025 lalu jumlah wisatawan asal Prancis yang berkunjung ke Indonesia mencapai 370.000 orang. Sementara khusus di Pulau Nias tercatat baru 15 wisatawan Prancis yang berkunjung tetapi sebagian besar merupakan para peselancar.

“Untuk Kepulauan Nias, masih ada ruang untuk peningkatan karena jumlahnya baru sekitar 15 wisatawan Prancis dan kebanyakan peselancar yang menikmati lokasi dan pantai di sini. Namun, karena ada potensi yang sangat besar dari segi warisan budaya, adat istiadat serta kuliner dan gastronomi yang luar biasa, kami yakin bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Ia memastikan Kedutaan Besar Prancis akan bekerja sama dengan Pemerintah untuk mempromosikan Kepulauan Nias, baik kepada warga negara Prancis yang berada di Indonesia maupun kepada wisatawan Prancis secara umum. Pihaknya juga akan menjalin kerja sama lebih lanjut dengan para Kepala Daerah se-Pulau Nias.

Pada agenda sehari tersebut, Fabien Penone juga mengunjungi situs megalit Tetegewo dan Desa Tradisional Bawomataluo. Selain menyaksikan atraksi Tari Perang dan Lompat Batu, ia juga menerima cinderamata berupa seperangkat pakaian tradisional khas Nias Selatan lengkap dengan aksesoris dari Pemprovsu dan Pemkab Nias Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....