Pembangunan LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Diharapkan Dorong Ekonomi Nasional
- 17 Jul 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Masela senilai USD20,9 miliar resmi dimulai setelah lebih dari dua dekade sejak penemuan cadangan gas
- Proyek diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal, termasuk prioritas 30 persen lapangan kerja bagi masyarakat Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar
- Saat beroperasi, proyek diperkirakan menyumbang USD137,8 miliar terhadap PDB nasional serta memperkuat ketahanan energi melalui pasokan gas domestik 150 MMSCFD
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan fisik Proyek Liquefied Natural Gas atau LNG Abadi Masela resmi dimulai setelah penantian lebih dari dua dekade. Proyek strategis nasional senilai USD20,9 miliar diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Peletakan batu pertama proyek tersebut disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, 16 Juli 2026. Proyek itu menjadi penanda dimulainya pembangunan Lapangan Abadi yang cadangan gasnya pertama kali ditemukan pada tahun 2000.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan proyek tersebut diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal besar. Manfaat itu mencakup peningkatan penerimaan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pembukaan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional. Maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30%nya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil dalam laporannya pada acara peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.
Saat mulai beroperasi, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan menyumbang sebesar USD137,8 miliar terhadap produk domestik bruto nasional. Proyek tersebut juga diperkirakan meningkatkan PDRB Maluku hingga USD95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar mencapai USD92 miliar.
Selain memberikan dampak ekonomi, proyek tersebut diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan serta mendorong berkembangnya industri pendukung daerah. Kehadiran proyek juga diproyeksikan memperluas peluang pertumbuhan UMKM serta meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi.
"Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku. Mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional," kata Bahlil.
Penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD diharapkan memperkuat pasokan energi bagi kebutuhan sektor industri nasional. Pemerintah juga menargetkan proyek tersebut menjadi penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi di Kepulauan Tanimbar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....