'Istana untuk Anak Sekolah', Hadirkan Pengalaman Baru bagi Siswa SLB
- 17 Jul 2026 07:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 164 siswa penyandang disabilitas dari INDISI mengikuti program 'Istana untuk Anak Sekolah'
- Seskab Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi negara.
- Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) mengikuti program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Program tersebut dirancang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus mempelajari sejarah bangsa.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan siswa yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa antusias mengikuti kegiatan di Istana Negara. Para siswa mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa.
"Istana kembali membuka pintunya untuk anak-anak Indonesia, 164 siswa dari INDISI hadir dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Dengan penuh semangat, adik-adik penyandang disabilitas datang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa," ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.
Seskab Teddy menilai para siswa datang dengan semangat membawa cita-cita yang tinggi, tekad yang kuat untuk terus belajar. Semangat dari para siswa tersebut, menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk bermimpi dan berjuang meraih masa depan.
"Mereka hadir dengan cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan. Hari ini menjadi pengingat bahwa semangat, tekad, dan cita-cita tidak pernah mengenal batas," ujar Seskab Teddy.
Lebih lanjut, Seskab Teddy berharap kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta dapat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri. Menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi. Kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa," kata Seskab Teddy .
Seskab Teddy pun menegaskan disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap langkah kecil yang dimulai melalui program tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda Indonesia berkualitas.
Generasi muda yang mampu menciptakan karya-karya besar dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. "Karena disabilitas bukanlah batas untuk meraih cita-cita, siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar," kata Seskab Teddy menegaskan.
Sementara itu, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 11 Jakarta Rafi Syafar mengaku senang dapat melihat langsung ruang-ruang penting di Istana. Rafi merupakan peraih tiga medali emas cabang renang di Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas).
“Senang banget lihat yang di sini. Lihat tempat pertemuan (dengan) negara lain, ruang presiden,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....