Pemerintah akan Prioritaskan Pengusaha Lokal Kelola Proyek Blok Masela
- 16 Jul 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Mela di Blok Masela dengan target produksi 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara 120 MMSCFD gas.
- 2. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen untuk memprioritaskan pekerjaan proyek kepada pengusaha lokal di wilayah Masela sesuai arahan Presiden.
- 3. Distribusi gas dari Blok Masela dialokasikan minimal 60% untuk kebutuhan domestik dan maksimal 40% untuk ekspor, dengan pemanfaatan untuk hilirisasi PT Pupuk, PT PLN, PGN, dan perusahaan swasta.
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Mela (Blok Masela). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek Masela akan diprioritaskan untuk pengusaha lokal.
"Saya sudah bicara dengan SKK Migas agar pekerjaan-pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal di wilayah ini. Ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya dalam acara peresmian, Kamis, 16 Juli 2026.
Menteri Bahlil mengingatkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto agar mematuhi arahan dari Kepala Negara. Rakyat harus diperhatikan dengan adanya proyek Blok Masela.
"Kepada Kepala SKK Migas, saya mohon ini dipatuhi. Masyarakat di sini adalah bagian dari NKRI, jangan hanya diambil hasilnya tapi masyarakatnya tidak diperhatikan," katanya.
Menteri Bahlil menjelaskan keberadaan proyek Blok Masela akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 120 MMSCFD ((juta kaki kubik per hari) gas. Selanjutnya 35 ribu barel kondensat per hari.
“Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita. Gasnya nanti, sesuai arahan Bapak Presiden, minimal 60% untuk memenuhi kebutuhan domestik dan maksimal 40% untuk ekspor,” ujar Bahlil.
Ia mengatakan gas akan diperuntukan untuk hilirisasi PT Pupuk , PT PLN, PGN dan perusahaan swasta. Keberadaan Blok Masela juga akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pemerintah daerah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar Danantara dan Pertamina membantu pengusaha lokal dalam meningkatkan kapasitas dalam mengelola Blok Masela. Harus ada keberpihakan kepada perusahaan di daerah.
“Sehingga komitmen tadi mengutamakan putra daerah, membantu pengusaha-pengusaha lokal. Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin kurang kompetensinya, ya dibantu, ya ada keberpihakan, ada affirmative action,” kata Presiden Prabowo.
“Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengerahkan bantuan-bantuan teknis. Kita ingin semua merasakan dampak dari program ini,” ujar Kepala Negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....