BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Aman, Masyarakat Diminta Beli BBM Secukupnya
- 17 Jul 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPH Migas memastikan stok biosolar, minyak tanah, dan pertalite masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
- Antrean BBM dipicu peralihan pembelian dari BBM nonsubsidi ke subsidi serta meningkatnya permintaan hingga 10–15 persen di beberapa daerah
- BPH Migas menargetkan normalisasi distribusi selesai dalam satu hingga dua hari dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying
RRI.CO.ID, Jakarta - BPH Migas memastikan penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara masih mencukupi untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut ketersediaan biosolar, minyak tanah, dan pertalite tetap aman untuk disalurkan.
Wahyudi menjelaskan antrean panjang dipengaruhi perubahan pola pembelian dari BBM nonsubsidi menuju BBM subsidi masyarakat. Menurutnya, perpindahan pembelian tersebut diizinkan sesuai ketentuan, namun meningkatkan antrean di berbagai wilayah distribusi.
“Adanya indikasi antrian, sepakat tadi adanya ‘shifting’ perubahan pola pembelian BPM non subsidi banyak yang pindah menjadi subsidi. Itu sesuai regulasi ketentuan memang diizinkan dan dimungkinkan untuk masyarakat,” ujarnya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia mengatakan antrean paling banyak terjadi pada jalur logistik, Trans Sumatra, serta kawasan dengan mobilitas kendaraan tinggi. BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga terus berupaya maksimal menyediakan BBM di seluruh SPBU melalui normalisasi distribusi.
Wahyudi mengungkapkan terdapat daerah tertentu yang mengalami kenaikan permintaan BBM subsidi hingga mencapai sekitar 10 hingga 15 persen. Ia menghimbau masyarakat tidak melakukan ‘panic buying’ dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian secara bijak serta wajar.
“Daerah-daerah tertentu indikasi kenaikan hampir mencapai 10-15% dan semua kita lakukan ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan ‘panic buying’. Untuk membeli BBM yang berlebih, kami mengharap dan menghimbau belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar,” kata Wahyudi.
BPH Migas juga terus mengevaluasi pelanggaran pembelian BBM subsidi melalui pemblokiran QR Code terhadap pelanggaran yang ditemukan. Kendaraan yang terbukti menjadi pelangsir maupun penyalahgunaan BBM subsidi diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan berlaku.
Wahyudi mengatakan proses normalisasi distribusi BBM terus dilakukan dan diperkirakan kembali lancar dalam satu hingga dua hari kedepan. Ia meyakini upaya tersebut mampu mengurai antrean yang saat ini masih terjadi di sejumlah SPBU.
“Agar supaya sama-sama menjaga bahwasannya antrian yang terjadi saat ini kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi. Dan paling lama 1-2 hari kedepan insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali,” ucapnya.
Menurutnya, antrean yang terjadi saat ini lebih dipicu kepanikan masyarakat dalam membeli BBM daripada keterbatasan pasokan. Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar kondisi antrean di SPBU segera kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....