Presiden Tegaskan LNG Abadi Masela Kunci Hilirisasi-Industrialisasi Nasional
- 16 Jul 2026 18:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis LNG Abadi Masela menjadi kunci penting mewujudkan hilirisasi dan industrialisasi nasional.
- Proyek LNG Abadi Masela dinilai memiliki peran strategis bagi masa depan perekonomian Indonesia.
- Presiden menyebut hilirisasi akan membuat Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
- Proyek LNG Abadi Masela akan membantu memenuhi kebutuhan energi bagi berbagai sektor industri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis LNG Abadi Masela menjadi kunci penting mewujudkan hilirisasi dan industrialisasi nasional. Presiden mengatakan ketersediaan energi merupakan syarat utama untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju negara industri modern.
Presiden mengungkapkan Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Karena itu, proyek LNG Abadi Masela dinilai memiliki peran strategis bagi masa depan perekonomian Indonesia.
"Kita perlu energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa. Kita ingin menjadi negara yang modern," ujar Presiden saat meresmikan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
"Kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa Jepang, kita ingin menjadi bangsa yang produktif. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri," kata Presiden melanjutkan.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Presiden menyebut hilirisasi akan membuat Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
"Kita harus melakukan hilirisasi, dan hilirisasi ini membutuhkan energi. Energi kita sangat banyak, hanya ada dua sampai tiga tahun masa transisi," ujar Presiden.
Proyek LNG Abadi Masela, kata Presiden, akan membantu memenuhi kebutuhan energi bagi berbagai sektor industri. Dengan dukungan energi yang memadai, Indonesia diyakini mampu mempercepat pembangunan kawasan industri.
Presiden menilai proyek tersebut akan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan nasional. Investasi sebesar Rp355 triliun akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
"Akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya. Sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan," kata Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah akan memastikan proyek strategis nasional dijalankan untuk mendukung kesejahteraan rakyat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....