Menpar: Indonesia Naik Peringkat Dua Dunia untuk Destinasi Ramah Muslim
- 15 Jul 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim terbaik dunia dalam GMTI Awards 2026, naik tiga peringkat dari posisi kelima tahun 2025.
- Indonesia mencatat skor 79 poin dalam GMTI 2026, merupakan pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut.
- Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan BPJPH dan Bank Indonesia untuk memperkuat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata.
- Pasar wisata muslim global diproyeksikan mencapai 262 juta wisatawan pada 2030 dengan nilai pasar sebesar 310 miliar dolar Amerika Serikat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim terbaik dunia. Prestasi tersebut diraih dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Widiyanti mengatakan posisi Indonesia naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Indonesia masih berada di peringkat kelima dunia.
"Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global. Dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index atau GMTI Awards 2026," kata Widiyanti saat konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia mengatakan Indonesia juga mencatat skor 79 poin dalam GMTI 2026. Nilai tersebut menjadi pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut.
"Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global," kata Menpar. Berbagai program dilakukan mulai dari promosi hingga penguatan layanan destinasi.
Kementerian Pariwisata juga memperkuat kolaborasi dengan BPJPH dan Bank Indonesia. "Berkolaborasi dengan BPJPH untuk mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata," ujarnya.
Widiyanti mengatakan pasar wisata muslim global memiliki potensi yang sangat besar. Jumlah wisatawan muslim dunia diproyeksikan mencapai ratusan juta orang.
"GMTI memproyeksikan jumlah wisatawan muslim pada 2030 akan mencapai 262 juta. Dengan nilai pasar sebesar 310 miliar dolar Amerika Serikat," ucap Widiyanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....