Lulus Ujian Pra-Proposal Disertasi, Haji Uma Resmi Jadi Mahasiswa S3 di UNAS
- 15 Jul 2026 15:41 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID. Lhokseumawe – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, S.Sos., M.Sos., resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi yang ketat, Haji Uma dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Proses seleksi akademik tersebut berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026. Tahapan ujian meliputi tes tertulis mengenai teori-teori ilmu politik dan metodologi penelitian, serta ujian wawancara akademik. Dalam sesi wawancara, Haji Uma mempresentasikan pra-proposal disertasinya di hadapan tim penguji Program Doktor Ilmu Politik UNAS.
Dalam ujian tersebut, Haji Uma mengangkat topik penelitian yang sangat relevan dengan dinamika daerah asalnya, yaitu "Kepercayaan Politik Masyarakat terhadap Partai Aceh: Studi tentang Dominasi Elektoral Partai Aceh di Provinsi Aceh Tahun 2009–2024". Penelitian ini mengkaji tingkat kepercayaan politik masyarakat serta faktor-faktor yang memengaruhi dominasi elektoral partai lokal tersebut dalam berbagai pemilu di Aceh selama 15 tahun terakhir.
Kemampuan akademik Haji Uma diuji langsung oleh tim penguji yang terdiri atas para pakar ilmu politik, yaitu Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A., Prof. Dr. Syarif Hidayat, Dr. T.B. Massa Djafar, dan Dr. Safrizal Rambe, M.Si. Berdasarkan hasil penilaian, tim penguji menyatakan Haji Uma memenuhi persyaratan dan layak untuk melanjutkan studi ke jenjang tertinggi.
Kelulusan ini diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keterangan Lulus Penerimaan Mahasiswa Baru Nomor: 081/PSIP-S3/VII/2026. Sesuai jadwal kalender akademik UNAS, Haji Uma akan mulai mengikuti perkuliahan perdana pada 21 September 2026 mendatang.
Saat dikonfirmasi, Haji Uma mengungkapkan bahwa keputusannya melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral merupakan bagian dari komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual di tengah amanah sebagai anggota DPD RI. Menurutnya, seorang wakil rakyat tidak boleh berhenti belajar agar mampu menghadirkan pemikiran dan kebijakan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas amanah dan kesempatan ini. Semoga ikhtiar menempuh pendidikan doktoral menjadi jalan untuk memperdalam ilmu pengetahuan serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi Aceh dan Indonesia," ujar Haji Uma, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pilihan mengambil Program Doktor Ilmu Politik didorong oleh keinginan kuat untuk memperkuat landasan teoritis dalam memahami dinamika politik, demokrasi, tata kelola pemerintahan, serta perilaku politik masyarakat. Pengalamannya selama dua periode di parlemen dirasa akan semakin lengkap jika dipadukan dengan kajian ilmiah yang mendalam.
"Pendidikan adalah proses yang tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Selama masih diberikan kesempatan, saya ingin terus belajar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik melalui gagasan, penelitian, dan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Haji Uma berharap riset doktoral yang akan dikerjakannya kelak tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan penguatan demokrasi dan politik lokal di Serambi Mekah.
Langkah baru ini menegaskan komitmen Haji Uma untuk menyeimbangkan perannya sebagai legislator sekaligus akademisi. Dengan perpaduan pengalaman politik di lapangan dan penguatan keilmuan di kampus, ia berharap dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kebijakan yang berbasis data, riset, dan kebutuhan riil masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....