Papua Selatan Diproyeksikan Jadi Sentra Pangan dan Energi Indonesia Timur
- 15 Jul 2026 05:39 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke – Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Pertanian, Zulkifli Hasan, menyatakan percepatan Program Prioritas Nasional di Provinsi Papua Selatan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi percepatan program prioritas nasional di Papua Selatan, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Zulhas, pembangunan infrastruktur pendukung terus berjalan untuk mewujudkan Papua Selatan sebagai kawasan sentra produksi pangan, energi, dan air. "Alhamdulillah kemajuannya pesat sekali. Pelabuhan sudah selesai dibangun, jalan sepanjang 58 kilometer sudah selesai, sementara pembangunan jalan lanjutan hingga 135 kilometer masih berproses. Bandara juga sedang dalam tahap pembangunan," kata Zulhas.
Di sektor pertanian, pemerintah menargetkan pencetakan sawah baru seluas 10.000 hingga 11.000 hektare pada 2026, hingga saat ini, sekitar 1.200 hektare telah ditanami padi. Ia juga mengungkapkan Presiden RI direncanakan akan berkunjung ke Papua Selatan untuk menghadiri panen raya pada November atau Desember mendatang.
Zulhas menegaskan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar seluruh elemen memahami tujuan pembangunan di Papua Selatan.
"Kita perlu dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, dan masyarakat. Harus dijelaskan bahwa pembangunan sentra produksi pangan, energi, dan air ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,"
Ia berharap keberadaan kawasan pangan di Papua Selatan mampu mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah. Bahkan ke depan, wilayah tersebut diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi seluruh Tanah Papua hingga Maluku dan Maluku Utara.
Selain pangan, pemerintah juga merencanakan pembangunan industri energi berbasis B50 di Papua Selatan. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi di wilayah Papua tanpa bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa yang membutuhkan biaya distribusi tinggi.
"Bayangkan kalau kita kirim beras ke sini tentu biayanya mahal. Kalau beras bisa diproduksi di sini dengan baik, Papua akan mandiri pangan, mandiri energi, dan pada akhirnya membawa kemakmuran bagi masyarakat Papua," Ucap Zulhas.
Pemerintah optimistis percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan pertanian, dan industri energi di Papua Selatan akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....