BBM Langka di Langsa dan Tamiang, Haji Uma Minta Pertamina Cari Solusi Cepat

  • 14 Jul 2026 11:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Langsa – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, bergerak cepat merespons aduan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang (Kuala Simpang) yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Kelangkaan ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sejak Minggu - Selasa (12-14 Juli 226. Bahkan, tak sedikit warga yang terpaksa membeli BBM di tingkat pengecer dengan harga membumbung tinggi. Kondisi tersebut sempat memicu keresahan warga akibat beredarnya isu pengurangan kuota BBM bersubsidi untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang.

Menindaklanjuti keresahan warga, Senator asal Aceh ini langsung mengonfirmasi Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbahul Bukhori, guna meminta klarifikasi sekaligus solusi konkret.

Dalam keterangannya kepada Haji Uma, Misbahul Bukhori menegaskan bahwa isu pengurangan kuota BBM untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang adalah tidak benar. Ia menjelaskan, tersendatnya pasokan murni disebabkan oleh kendala teknis dan kerusakan armada pengangkut BBM di Depot Pertamina Sumatera Utara.

"Secara jalur distribusi logistik, wilayah Langsa dan Kuala Simpang memang disuplai dari depot tersebut, sehingga gangguan armada berdampak langsung pada pengiriman ke SPBU setempat."jelas Misbahul Bukhori .

Ia menyebutkan, guna mengatasi krisis ini, PT Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Manager Retail Aceh mengalihkan jalur pasokan darurat dari Depot Pertamina Lhokseumawe hingga armada di Sumatera Utara selesai diperbaiki.

"Insya Allah kondisi ini akan segera pulih dalam beberapa hari ke depan. Pasokan sementara sudah dibantu dari Depot Pertamina Lhokseumawe, sembari menunggu armada distribusi di Depot Pertamina Sumatera Utara selesai di recovery agar penyaluran kembali normal," terang Misbahul Bukhori.

Atas penjelasan tersebut, Haji Uma mendesak Pertamina untuk mempercepat proses normalisasi pasokan BBM agar mobilitas dan roda perekonomian warga tidak lumpuh.

"BBM adalah kebutuhan vital masyarakat untuk kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari. Pertamina harus bergerak cepat melakukan percepatan distribusi agar warga tidak terkatung-katung," tegas Haji Uma.

Selain itu, Haji Uma meminta Depot Pertamina Sumatera Utara untuk memperkuat komitmen dan evaluasi sistem armada distribusi agar kelangkaan serupa tidak berulang di kemudian hari.

"Koordinasi antar unit Pertamina harus diperkuat. Masyarakat tidak boleh dirugikan akibat kendala teknis internal. Saya minta penyelesaian persoalan ini dituntaskan secepatnya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....