Puluhan Hektare Lahan di Bula Terbakar, Api Sempat Mendekati Area PLTD
- 13 Jul 2026 16:41 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Kebakaran lahan seluas sekitar 10 hingga 20 hektare terjadi di wilayah Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, pada Senin, 13 Juli 2026. Api yang telah muncul sejak tiga hari lalu sempat mendekati kawasan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTF) sehingga memicu permintaan bantuan dari pihak PLN kepada petugas pemadam kebakaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur, Hadi Rumbalifar, mengatakan, kebakaran awalnya masih berskala kecil. Namun, kondisi berubah pada siang hari ketika api mulai menjalar dengan cepat.
"Kebakaran sudah tiga hari lalu, tetapi apinya masih kecil. Tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIT, petugas PLN datang meminta bantuan karena api sudah mendekati lokasi pembangkit. Petugas Damkar langsung menuju lokasi, tetapi saat itu posisi api masih cukup jauh," kata Hadi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut dia, sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIT, kobaran api mulai meluas dan membakar lahan sekitar 10 hingga 20 hektare.
Untuk mengendalikan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran mendapat bantuan dari berbagai pihak, di antaranya personel Polres Seram Bagian Timur, UPTD Kehutanan, Brimob, perusahaan yang bergerak di bidang rehabilitasi hutan, serta masyarakat sekitar.
"Alhamdulillah apinya bisa dipadamkan. Walaupun ada titik api yang berada di lokasi yang sulit dijangkau, kami dibantu masyarakat dan pelaku usaha penyedia air sehingga proses pemadaman berjalan lebih maksimal," ujarnya.
Hadi mengakui, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran masih kekurangan mobil penyuplai air sehingga harus mengandalkan dukungan dari berbagai pihak.
Ia mengungkapkan, kebutuhan penambahan armada sudah dilaporkan kepada Bupati Seram Bagian Timur. Namun, pengadaan belum dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
"Kami memang masih kekurangan mobil suplai air. Hal itu sudah saya laporkan kepada Bapak Bupati. Beliau sebenarnya berjanji tahun ini akan mengupayakan pengadaan, tetapi karena efisiensi anggaran, sampai sekarang belum bisa ditindaklanjuti," katanya.
Meski demikian, Hadi menegaskan, pihaknya telah bersiaga sejak kebakaran pertama kali terdeteksi tiga hari lalu. Saat api mulai bergerak mendekati area yang dinilai berisiko, petugas langsung bersiaga di lokasi sejak pukul 08.00 WIT.
"Sebenarnya kami sudah siaga sejak tiga hari lalu ketika api masih jauh. Puncaknya tadi saat api mulai mendekat, kami sudah berada di lokasi. Untuk kawasan sekitar pembangkit, saat ini api sudah tidak ada lagi," ujar Hadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....