Menko Muhaimin Dorong Hilirisasi Gula Kelapa Banyumas Perkuat Ekonomi Warga

  • 26 Jun 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar mendorong hilirisasi gula kelapa Banyumas untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi masyarakat.
  • Menurutnya, penguatan ekosistem komoditas unggulan daerah menjadi kunci menciptakan nilai tambah sekaligus menekan angka kemiskinan.

RRI.CO.ID, Banyumas - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar mendorong hilirisasi gula kelapa Banyumas untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, penguatan ekosistem komoditas unggulan daerah menjadi kunci menciptakan nilai tambah sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Potensi gula kelapa Banyumas luar biasa dan harus mendapat perhatian agar manfaat ekonominya semakin dirasakan petani. Pengembangannya perlu dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Muhaimin Iskandar saat diwawancarai awak media di Kawasan Gula Kelapa Organik Banyumas di Kawasan Wisata Edukasi Pereng, Cilongok, Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan data Pemkab Banyumas, sekitar 90 persen ekspor gula kelapa dunia berasal dari Indonesia, sementara 80 persen di antaranya diproduksi di wilayah Cilongok dan Banyumas. Namun, di sisi lain Kabupaten Banyumas masih memiliki sekitar 194 ribu penduduk miskin.

Muhaimin menilai potensi sumber daya alam harus didukung ekosistem ekonomi yang kuat agar mampu menciptakan lapangan kerja produktif. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

“Potensi sumber daya alam yang besar harus diikuti ekosistem yang baik dan hilirisasi yang tepat. Dengan begitu manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan menjadi instrumen efektif dalam menekan kemiskinan,” ucap Muhaimin.

Muhaimin menegaskan transformasi ekonomi berbasis potensi lokal membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai mempercepat pemberdayaan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pak Presiden Prabowo sedang mendorong cara kerja baru pembangunan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi. Potensi besar yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Muhaimin berharap model pemberdayaan gula kelapa dan peternakan terpadu Banyumas dapat diterapkan di berbagai daerah secara berkelanjutan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pemberdayaan, bibit tanaman, perlindungan pekerja, serta sarana usaha untuk mendukung ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....