Wapres: Indonesia Makin Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan
- 22 Jun 2026 15:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Gibran menegaskan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional
- Petani dan nelayan disebut sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan
- Pernyataan disampaikan saat membuka PENAS XVII Petani dan Nelayan 2026 di Gorontalo
- Ketahanan dan kemandirian pangan menjadi agenda strategis nasional di tengah tantangan global
- Mentan Amran menyebut peningkatan produksi pangan didorong sinergi kebijakan, teknologi, dan kerja keras petani
RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan Indonesia semakin menunjukkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan yang didukung kebijakan pemerintah di sektor pangan.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026. Menurut Wapres, ketahanan dan kemandirian pangan menjadi agenda strategis nasional di tengah berbagai tantangan global.
"Petani dan nelayan adalah garda terdepan dalam kemandirian pangan. Negara tidak boleh bergantung kepada negara lain," kata Gibran.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan berbagai kebijakan pemerintah berhasil mendorong peningkatan produksi pangan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, teknologi, dan petani memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
"Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan bahwa ketika kebijakan yang tepat, dukungan pemerintah, inovasi teknologi, dan kerja keras petani bergerak bersama, hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat," ucap Amran.
Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional tahun 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4 juta ton atau 13,2 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.
Peningkatan produksi turut memperkuat cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 5,2 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Selain itu, laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara. Secara global, Indonesia berada di posisi keempat setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh.
Amran menegaskan capaian sektor pangan tidak terlepas dari peran petani dan nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pangan nasional. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
"Tidak mungkin capaian ini terjadi tanpa kerja keras petani dan nelayan Indonesia. Mereka adalah pahlawan pangan yang memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi setiap hari," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....