Chusnunia Minta BSN Prioritaskan Pengembangan UMKM untuk Tingkatkan Daya Saing
- 15 Jun 2026 20:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta BSN memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas pelaku UMKM.
- Keberhasilan BSN tidak semata diukur dari banyaknya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan.
- Dengan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM diyakini mampu menjadi kekuatan besar.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas pelaku UMKM. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Chusnunia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama BSN. RDP diselenggarakan pada Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Chusnunia, lembaga yang memiliki peran strategis dalam menetapkan standar kualitas produk Indonesia itu harus memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata. Terutama bagi dunia usaha, khususnya UMKM.
"Komisi VII perlu memastikan setiap rupiah yang dialokasikan tidak hanya menghasilkan dokumen standar, sertifikat, atau akreditasi. Lebih dari itu benar-benar meningkatkan daya saing industri nasional, memperkuat UMKM, melindungi konsumen, dan mendorong ekspor Indonesia," ujarnya.
Ia menilai rencana anggaran yang dipaparkan BSN masih didominasi oleh dukungan manajemen dan belanja operasional. Karena itu, Komisi VII mendorong adanya peningkatan proporsi anggaran yang langsung menyentuh kebutuhan industri dan pelaku UMKM.
"Kita justru ingin melihat roadmap BSN untuk meningkatkan proporsi anggaran yang langsung berdampak pada industri dan UMKM. Akan sulit melihat target peningkatan daya saing nasional dapat dicapai jika porsi terbesar masih untuk belanja pegawai dan operasional," katanya.
Politisi yang akrab disapa Nunik itu menegaskan keberhasilan BSN tidak semata diukur dari banyaknya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan. Selain itu juga harus diukur sejauh mana standar tersebut mampu memperkuat perekonomian nasional.
Menurutnya, BSN perlu terus mendorong produk-produk UMKM agar dapat naik kelas. Termasuk memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.
"Kita ingin para pelaku UMKM menjadi pelaku utama sekaligus pihak yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM diyakini mampu menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera," dia menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....