BAZNAS-BI Ajak Konten Kreator Perkuat Literasi Zakat

  • 07 Jun 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) bersama Bank Indonesia (BI), mengajak para kreator konten ikut memperkuat literasi zakat
  • BAZNAS-BI Ajak Konten Kreator Perkuat Literasi Zakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) bersama Bank Indonesia (BI), mengajak para kreator konten ikut memperkuat literasi zakat. Hal itu mengemuka dalam Training of Trainer (ToT) Kreator Konten sebagai rangkaian kegiatan Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatra.

Acara itu digelar di Hotel Santika, Palembang, Sumsel, Kamis, 4 Juni 2026. ESyar Sumatera 2026, mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang digelar Bank Indonesia. Mengajak serta para kreator konten, tentu akan sangat efektif memperkuat literasi zakat sebagai bagian dari kekuatan keuangan sosial,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Minggu, 7 Juni 2026.

Selain ToT Kreator Konten, BI juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah, serta ToT Sertifikasi Nazhir Wakaf. Dimana total 150 peserta dari berbagai daerah di Sumatra mengikuti kegiatan ini.

Salah satu pembicara dalam kegiatan ini adalah Kabag Humas BAZNAS sekaligus Pemred Kantor Digital, Yudhiarma MK. Menurut Yudhiarma, kegiatan ini merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi dan literasi ekonomi syariah.

Dalam kesempatan itu, Yudhiarma menyampaikan materi tentang "Zakat News Network (ZNN): Strategi Publikasi Media Konvergensi". Di mana BAZNAS RI memanfaatkan berbagai kanal media untuk publikasi dan dakwah zakat.

Selain memberikan materi secara teori, Yudhiarma mengajak peserta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Baik dengan tools Gemini, Deepseek, ChatGPT, untuk membuat berita dan artikel lainnya.

“Saat ini dengan AI atau Artificial Intelijen bisa lebih mudah. Terutama dalam membuat konten-konten baik itu bagi kreator konten maupun wartawan,” ujar Yudhiarma.

Meski demikian, ia mengingatkan Kode Etika Jurnalistik (KEJ) dan Peraturan Dewan Pers. Sebab, menurutnya, secanggih apapun, AI adalah robot.

Pada kegiatan ToT Kreator Konten, peserta dibekali berbagai materi mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan berdampak.

ToT ini mengusung tema “From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah”. Teman ini merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi dan literasi ekonomi syariah.

Sementara itu, ToT Dai dan Daiyah diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pendakwah menyampaikan materi ekonomi dan keuangan syariah secara komprehensif. Sehingga dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pengembangan ekonomi umat melalui pendekatan dakwah yang relevan dan aplikatif.

Pada saat yang bersamaan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Sertifikasi Nazhir Wakaf. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan aset.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....