Akrab dengan Teknologi, Ketua DNIKS: Lansia Makin 'Up to Date'

  • 31 Mei 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah lansia telah memanfaatkan platform digital untuk kegiatan produktif, termasuk afiliasi.
  • DNIKS bersama BPSDM Kemkomdigi menyusun modul literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia.
  • Ketua DNIKS RA Loretta Kartikasari menyebut lansia semakin akrab dengan teknologi digital dan media sosial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) RA Loretta Kartikasari mengatakan kelompok lansia saat ini semakin akrab dengan teknologi digital. Menurutnya, banyak lansia telah menggunakan telepon pintar, memiliki akses internet, serta aktif menggunakan media sosial.

Loretta mengatakan sebagian lansia bahkan telah memanfaatkan platform digital untuk kegiatan afiliasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lansia tetap mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan ruang digital dalam kehidupan sehari-hari.

"Artinya ternyata lansia ini up to date (mengikuti perkembangan/red), berdaya, produktif, aktif. Literasi yang terjadi adalah dimulai dengan membuat kita senang, kita happy, bahagia," ujar Loretta dalam acara Talkshow literasi digital untuk Lansia dan pergelaran budaya, berupa wayang kulit dengan tema ‘Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek’ di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.

Loretta menjelaskan DNIKS bersama BPSDM Kemkomdigi dan sejumlah peneliti komunikasi turut menyusun modul literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Penyesuaian dilakukan pada aspek visual seperti ukuran huruf, warna, dan tampilan materi agar lebih mudah dipahami peserta.

Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan menjadi salah satu cara untuk memudahkan penyampaian materi literasi digital kepada lansia. Dengan demikian, materi yang diberikan dapat diterima dengan lebih baik.

"Dimana modulnya juga punya keunikan khusus. Jadi debatnya kita adalah bukan isi, tapi debatnya adalah fontnya, warnanya, visualnya yang bisa ditangkap dan tidak mengganggu penglihatan lansia," kata Loretta.

Loretta mengatakan DNIKS terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat dan instansi pemerintah dalam memperluas literasi digital bagi lansia. Ia juga menyebut sejumlah lansia telah dilibatkan sebagai pelatih untuk memberikan edukasi kepada sesama lansia.

Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan mengingat aktivitas lansia di ruang digital terus meningkat. Karena itu, program literasi digital perlu terus dilanjutkan agar kelompok tersebut dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bermanfaat.

"Lansia kita sudah belasan persen, artinya aktivitas di dalam digital juga cukup besar. Dan perlunya kami bergandengan tangan bersama pemerintah, stakeholders seluruhnya untuk bisa melanjutkan literasi digital ini kepada lansia," ucap Loretta.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional. Menurutnya, jumlah lansia yang mencapai sekitar 34 juta jiwa menunjukkan besarnya keterlibatan kelompok tersebut dalam perkembangan ekosistem digital Indonesia.

"Hal ini ditandai dengan proporsi penduduk lanjut usia, yaitu mereka berusia 60 tahun ke atas. Dengan sekitar 34 juta penduduk lansia, ini menunjukkan bahwa para lansia menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional," kata Nezar.

Nezar mengatakan Indonesia saat ini mulai memasuki fase aging population atau populasi yang menua. Kondisi tersebut ditandai dengan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas yang telah melampaui 10 persen dari total populasi nasional.

"Di tengah Indonesia mulai memasuki fase aging population atau populasi yang mulai menua. Hal ini ditandai dengan proporsi penduduk lanjut usia, yaitu mereka berusia 60 tahun ke atas, saat ini telah melebihi ambang batas 10 persen dari total populasi," ujarnya.

Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital di Indonesia berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring perkembangan tersebut, kelompok lansia juga semakin aktif memanfaatkan internet untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Nezar menyebut internet digunakan lansia untuk berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi, mengakses layanan kesehatan, hingga menjaga hubungan sosial. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna.

"Saat ini lanskap digital Indonesia terus berkembang dengan sangat cepat. Berdasarkan hasil survei profil internet Indonesia oleh APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna internet," ucapnya.

Meski demikian, Nezar menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi lansia dalam memanfaatkan teknologi digital. Tantangan tersebut antara lain kemampuan menggunakan perangkat digital, memilah informasi yang benar, hingga menghadapi risiko hoaks dan penipuan daring.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan literasi digital bagi lansia agar dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan nyaman. Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Namun demikian kami juga paham bahwa di tengah berbagai peluang itu masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi para Lansia di era digital. Mulai dari keterampilan menggunakan perangkat digital, kemampuan memilah informasi yang benar, hingga risiko hoax, penipuan daring, dan berbagai ancaman di ruang digital," kata Nezar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....