Makna Iduladha 1447 H bagi Bulog, Teguhkan Semangat Kurban untuk Ketahanan Pangan

  • 27 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perum Bulog menyembelih hewan kurban 36 ekor sapi dan 20 ekor kambing
  • Nilai-nilai Iduladha relevan dengan tugas Bulog menjaga ketahanan pangan di Indonesia
  • Nilai pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi 'ruh' Bulog, dalam memastikan pangan hadir bagi masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perum Bulog menyembelih hewan kurban 36 ekor sapi dan 20 ekor kambing di Komplek Bulog Pos Pengumben, Jakarta Barat, pada Rabu, 27 Mei 2026. Penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin setiap tahun karyawan dan keluarga di lingkungan Perum Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, menjadi simbol kepasrahan, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama.

"Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, penyembelihan hewan qurban juga menjadi simbol kepasrahan. Simbol pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama," kata Rizal dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia mengatakan, melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban, Bulog ingin menghadirkan nilai-nilai spiritual yang tidak hanya hidup dalam ibadah. Tetapi, tercermin dalam budaya kerja, pelayanan publik, dan pengabdian perusahaan kepada masyarakat.

Menurutnya, melalui pelaksanaan Iduladha 1447 H, ketahanan pangan bukan hanya dibangun melalui sistem, infrastruktur, dan kebijakan, tetapi juga melalui nilai-nilai kemanusiaan yang kuat. Semangat berbagi, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari peran Bulog dalam menjaga pangan di Tanah Air.

"Dengan semangat Iduladha, insan Bulog memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengabdi bagi negeri, meneladani makna kurban dalam setiap langkah pengabdian. Nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian diharapkan menjadi energi bersama dalam memperkuat peran Bulog menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat," katanya, menegaskan.

Sebelum penyembelihan kurban, Dirut Ahmad Rizal dan karyawan Bulog menggelar salat Iduladha di lingkungan Komplek Bulog Pos Pengumben. Pelaksanaan salat berlangsung dengan khusyuk.

Ia mengatakan, khutbah dengan tema'Meneladani Kurban untuk Membangun Ketahanan Pangan Umat'. Dalam khutbahnya, Bos Perum Bulog tersebut mengatakan, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, menjaga refleksi bagi Bulog untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Nilai-nilai pelaksanaan Iduladha seperti keikhlasan dalam memberi, dan keberanian untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan komitmen Bulog disektor pangan.

Ia menegaskan m, semangat kurban memiliki relevansi yang kuat dengan peran Bulog sebagai institusi yang menjalankan penugasan negara di bidang pangan. Nilai pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi 'ruh' Bulog, dalam memastikan pangan hadir bagi masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

"Kurban mengajarkan kita tentang ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan dalam memberi, dan keberanian untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang sejalan dengan tugas Bulog dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan pangan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ahmad Rizal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....