MPR Evaluasi Penjurian LCC Empat Pilar Nasional
- 16 Mei 2026 19:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Persoalan dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat respons dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pihak penyelenggara mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian dan memutuskan menonaktifkan sementara juri yang terlibat dalam kontroversi tersebut.
Polemik bermula ketika potongan video perlombaan beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik. Dalam video tersebut, dua peserta diketahui memberikan jawaban serupa, namun memperoleh penilaian berbeda dari juri. Keputusan itu kemudian menuai kritik karena dianggap tidak adil dan memunculkan pertanyaan mengenai objektivitas penilaian dalam ajang tingkat nasional tersebut.
Ramainya pembahasan di media sosial membuat masyarakat ikut menyoroti profesionalisme pelaksanaan lomba. Banyak warganet menyayangkan terjadinya kesalahan penilaian dalam kompetisi pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportivitas, dan objektivitas.
Juru bicara penyelenggara LCC Empat Pilar, Andika Prasetyo, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut. Menurutnya, langkah penonaktifan juri dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus menjaga kredibilitas pelaksanaan lomba.
“Kami mengakui adanya kelalaian dalam proses penjurian dan menyampaikan permohonan maaf kepada peserta maupun masyarakat. Penonaktifan sementara dilakukan untuk menjaga objektivitas evaluasi,” ujarnya.
Selain menonaktifkan juri yang bersangkutan, penyelenggara juga menyatakan akan melakukan pembenahan sistem penilaian agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Transparansi dan ketelitian dalam proses penjurian dinilai menjadi hal penting, terutama dalam kegiatan pendidikan yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah.
Pengamat pendidikan, Rina Kusumawardani, menilai polemik tersebut menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara kompetisi pendidikan agar lebih profesional dalam menjalankan sistem penilaian. Menurutnya, kepercayaan publik harus dijaga melalui proses yang transparan dan akuntabel.
“Ajang pendidikan harus menjunjung keadilan dan objektivitas. Evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar peserta tetap percaya terhadap integritas perlombaan,” ucapnya.
Pihak penyelenggara berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperbaiki kualitas pelaksanaan LCC Empat Pilar di masa mendatang. Kompetisi pendidikan tersebut diharapkan tetap menjadi sarana pembelajaran yang menjunjung sportivitas, integritas, dan nilai-nilai kebangsaan bagi para pelajar di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....