Ruang Ekspresi Indonesia Muda Bicara Kembali Digelar

  • 16 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) kembali menggelar Indonesia Muda Bicara (IMB).
  • Program yang ditujukan sebagai ruang berekspresi anak muda ini membahas tentang isu-isu terkini.
  • Pada pertemuan keempat tema yang diangkat adalah "Economic Outlook Indonesia di Era Krisis Geopolitik Dunia".

RRI.CO.ID, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) kembali menggelar Indonesia Muda Bicara (IMB). Program yang ditujukan sebagai ruang berekspresi anak muda ini membahas tentang isu-isu terkini.

Pada pertemuan keempat yang berlangsung di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, kemarin, tema yang diangkat adalah "Economic Outlook Indonesia di Era Krisis Geopolitik Dunia".

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Muhammad Kholid menyambut dan berdiskusi dengan para aktivis muda yang hadir. Ia pun memberikan apresiasi kepada para aktivis muda.

"Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang hadir. Program Indonesia Muda Bicara memang harus sering diadakan sebagai ruang untuk mengeluarkan gagasan dan pikiran kita di ruang publik," ujar Kholid, dikutip RRI, Kamis 16 April 2026.

Peserta yang terdiri dari aktivis pemuda terlihat antusias berdiskusi dengan Sekjen PKS. Adapun beberapa topik yang muncul pada diskusi tersebut adalah posisi PKS dalam dinamika demokrasi di Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta langkah Indonesia menghadapi krisis global akibat Perang Iran-Amerika Serikat.

Salah seorang peserta, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Shofiyulloh Cokro mengapresiasi forum diskusi yang dibuat untuk menampung aspirasi anak muda ini. Ia juga senang berkesempatan mengetahui gagasan pemimpin muda.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi berharap ini menjadi awal yang bagus untuk komunikasi yang berkelanjutan. "PKS ini kan isinya rata-rata mantan aktivis, baik di internal maupun eksternal kampus," ujar Aang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....