Fahira Dukung Revitalisasi Pasar Tradisional: Fondasi Jakarta Menuju Kota Global
- 06 Apr 2026 20:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPD RI, Fahira Idris menudukung langkah Pemprov DKI yang terus melanjutkan revitalisasi dan modernisasi pasar tradisional di ibu kota.
- Pasar tradisional dinilai sebagai denyut kehidupan masyarakat Jakarta serta sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI, Fahira Idris mendukung langkah Pemprov DKI yang terus melanjutkan revitalisasi dan modernisasi pasar tradisional di ibu kota. Ia menyebut, pasar tradisional sebagai denyut kehidupan masyarakat Jakarta serta sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global
Dukungan ini disampaikan menyusul peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Pasar Gardu Asem di Kemayoran, Jakarta Pusat. Serta pembangunan Pasar Kramat Jaya di Cilincing, Jakarta Utara oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Menurut Fahira, program tersebut merupakan bagian dari komitmen membenahi 153 pasar tradisional. Agar lebih modern, tertata, dan berdaya saing.
| Baca juga: Wujudkan Kota Global, Jakarta Gandeng BPKP |
“Langkah ini sangat strategis, pasar tradisional bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang sosial dan budaya yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Jakarta. Revitalisasi ini harus kita dukung sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senin, 6 April 2026.
Menurut Fahira, pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi Jakarta karena menjadi ekosistem bagi ratusan ribu pelaku UMKM. Sekaligus ruang interaksi sosial yang tidak tergantikan oleh pusat perbelanjaan modern.
Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan mendasar yang perlu mendapat perhatian. Mulai dari kondisi fisik, kebersihan, tata kelola yang belum optimal, hingga perubahan perilaku konsumen yang beralih ke belanja digital.
Selain itu, integrasi pasar dengan transportasi publik, percepatan digitalisasi. Serta pemberdayaan pedagang dinilai masih perlu diperkuat agar revitalisasi memberi dampak signifikan.
Fahira menegaskan, jika dikelola dengan baik, pasar tradisional justru memiliki posisi strategis. Khusunya, dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berbudaya, dan berdaya saing.
“Di banyak kota dunia, pasar tradisional justru menjadi destinasi utama yang memperkuat daya tarik global kota tersebut,” kata Senator asal Dapil DKI Jakarta itu. Ia pun memaparkan lima strategi utama agar pasar tradisional menjadi fondasi kota global.
Pertama, memastikan revitalisasi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembenahan tata kelola dan profesionalisme pengelola. Kedua, memperkuat pemberdayaan pedagang melalui pelatihan, akses pembiayaan, perlindungan sosial, serta peningkatan kapasitas.
Ketiga, mempercepat digitalisasi pasar melalui transaksi non-tunai, pencatatan keuangan, hingga pemasaran digital. Keempat, mengembangkan pasar sebagai ruang terpadu yang mengintegrasikan fungsi ekonomi, sosial, budaya, dan wisata.
Kelima, memastikan integrasi pasar dengan transportasi publik dan penataan kawasan sekitar. “Jika pasar rakyat kuat, modern, dan berdaya saing, maka fondasi ekonomi Jakarta akan semakin kokoh," ucap Fahira.
"Dari sinilah Jakarta bisa tumbuh sebagai kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan dan berakar pada kekuatan warganya,” katanya. Sebagai informasi, revitalisasi pasar ini berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya sebagai bagian dari upaya modernisasi pasar tradisional di Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....