Harapan Hunian Layak Muncul, Pak Cono Dapat Tawaran Rusun usai Bertemu Presiden
- 27 Mar 2026 20:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pak Cono, pekerja serabutan yang tinggal di bantaran rel Stasiun Pasar Senen, hidup dalam keterbatasan selama lebih dari tiga dekade
- Kondisi tempat tinggal tidak layak memaksa anak-anaknya tinggal di kontrakan, sementara ia dan istri tetap bertahan di tenda
- Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto membuka harapan baru melalui tawaran pembangunan rumah susun bagi warga setempat
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pekerja serabutan di bantaran rel Stasiun Pasar Senen menggantungkan harapan memiliki hunian layak. Harapan itu muncul setelah pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan langsung ke lokasi tersebut.
Di tengah deru kereta yang terus melintas tanpa henti, kehidupan sederhana tetap dijalani di kawasan tersebut. Pak Cono, warga setempat, bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas sambil memupuk harapan masa depan lebih baik.
Selama lebih dari tiga dekade, ia menjalani kehidupan di sisi rel kereta dengan pekerjaan serabutan. Setiap hari ia mengais penghasilan dari berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang terus bertambah.
Ia tinggal bersama istrinya di tenda sederhana yang berdiri di bantaran rel kawasan Senen. Ketika hujan dan angin datang, tempat tinggal itu tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai bagi mereka.
Kondisi tersebut semakin berat karena ia harus menanggung kebutuhan lima anak yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak. “Beginilah kalau lagi hujan angin, bocor,” katanya di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.
Demi keselamatan anak-anaknya, Pak Cono memilih menyewa satu kamar kontrakan sederhana meski biaya terbatas. “Kalau ngontrak kan anak saya lima, jadi minimal anak saya di kontrakan, saya dan istri di sini (tenda samping rel). Ga ketutup (biayanya) kalau saya ngontrak. Ngontrak yang Rp500 ribu khusus buat anak saya,” ucapnya.
Kisah hidupnya mencerminkan realitas keras sebagian warga ibu kota yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Namun, harapan muncul saat ia bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan blusukan ke kawasan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, ia mendapatkan tawaran yang selama ini hanya bisa dibayangkan dalam kehidupannya. “Kata Pak Prabowo, 'mau ga dibikinin rumah susun?' Saya bilang, mau Pak! Karena saya ga punya tempat tinggal, emang ini adanya,” ujarnya.
Kunjungan Presiden ke lokasi tersebut juga menjadi ajang penyerapan aspirasi warga terkait kebutuhan hunian layak. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah kebutuhan pembangunan rumah susun bagi warga bantaran rel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....