Pemerintah Pastikan Pemilihan Hari Pelaksanaan WFH Dilakukan dengan Cermat
- 27 Mar 2026 20:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan hari pelaksanaan WFH dipilih secara cermat
- Penerapan WFH pada hari Jum'at, diyakini memberikan penghematan yang cukup signifikan
- Penerapan WFH akan ditetapkan akhir Maret 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan telah melakukan kalkulasi secara cermat, terkait penerapan kebijakan Work From Home (WFH). Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Bahkan penghitungan cermat itu diungkapkan Menkeu, juga meliputi penentuan hari pelaksanaan WFH. Menkeu mengungkapkan bahwa berdasarkan penghitungannya, pelaksanaan WFH di hari Jum'at, akan memberikan penghematan BBM yang cukup signifikan.
Penerapan kebijakan WFH ini, menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyikapi kondisi global saat ini. Terlebih khusus hal itu ditujukan, untuk melakukan penghematan konsumsi energi seperti BBM, di tengah eskalasi Timur-Tengah.
"Kita pilih dengan cermat, kalau kita pilih Jumat dan itu kan hari terjepit ya. Jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Maret 2026.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, kebijakan WFH akan segera ditetapkan. Menko Airlangga menyebut bahwa penerapan kebijakan tersebut akan diumumkan pada akhir Maret 2026.
Meski demikian ia tidak membeberkan tanggal penetapan kebijakan tersebut. Namun melihat tenggat waktu yang tersisa, Menko Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk mematangkan kebijakan WFH.
"Pokoknya (kebijakan WFH) akan ditetapkan bulan ini. Bulan ini tinggal berapa hari? (tiga-empat hari lagi), ya jadi masih ada waktu," ucap Menko Airlangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....