Presiden Prabowo Nilai Sikap Netral Indonesia Sudah Tepat
- 23 Mar 2026 17:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif
- 2. Indonesia tidak memihak blok atau kekuatan tertentu
- 3. Presiden Prabowo menilai sikap Indonesia tidak memihak kekuatan tertentu adalah langkah tepat
- 4. Politik bebas aktif , jadi navigasi bagi Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menilai sikap Indonesia yang tidak memihak blok tertentu, merupakan posisi yang benar. Penegasan itu menyikapi geopolitik global terutama perang Iran dengan Amerika Serikat bersama Israel.
“Kita realistis saja menghadapi kenyataan. Kita dalam hal ini sudah berada dalam jalur benar mengutamakan kepentingan nasional kita,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam berdiskusi dengan sejumlah tokoh disiarkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Presiden Prabowo mengatakan sikap politik luar negeri Indonesia bebas aktif , dinilai masih relevan hingga saat ini. Pendiri bangsa, telah memberikan navigasi kepada Indonesia untuk netral, tidak memihak kekuatan tertentu.
“Saya punya keyakinan itu, non-align yang didirikan oleh pendiri bangsa, relevan sampai sekarang. Itu menavigasi kita dan itu yang mengamankan kita,” katanya menegaskan.
Adapun dalam perang Iran melawan Amerika, menurut Kepala Negara, Indonesia tidak menyalahkan negara manapun. Hanya saja Presiden Prabowo prihatin, sesama negara Muslim justru terlibat konflik.
Oleh sebab itu, Indonesia harus berhati-hati, menghormati semua negara dan diterima semua pihak. Presiden Prabowo mengatakan jika Indonesia menaruh rasa hormat dengan negara lain maka Indonesia akan mendapatkan manfaat.
“Paling benar kita hormati semua kekuatan, kita mungkin bermanfaat, kita masih bisa diterima Iran tapi dipercaya negara Teluk. Sama dengan Sudan dan Yaman, kapal kita masih aman, kita tidak mau terseret sana ke sini ,” katanya menegaskan.
Menurut pandangannya, salah satu kelebihan dari Indonesia adalah memperlakukan semua negara sama dan memiliki itikad baik. Indonesia tidak memilih untuk ikut berperang.
“Menurut saya kelebihan, keunggulan Indonesia, kita punya hubungan baik, itikad baik dengan semua kekuatan. Even terhadap rivalitas hegemoni Amerika dan Tiongkok, kita tidak mau terlibat, kita tidak mau memilih satu lawan satu,”ujarnya menerangkan.
"We will treat them as equals, and we will treat them equally(Kami akan memperlakukan mereka sebagai setara. And, we want to have the same, good relations with all of them (kami akan memperlakukan mereka secara sama," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....