Kesaksian WNI Saat Dievakuasi dari Iran di Tengah Serangan Rudal

  • 11 Mar 2026 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar menceritakan kesaksian selama dalam gempuran rudal di Kota Teheran, Iran. Hal itu dilayangkan usai mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pria yang berprofesi teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang tiba di Tanah Air dengan selamat. Dia berhasil dievakuasi oleh Pemerintah Indinesia karena adanya eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Segar mengatakan situasi keamanan di negara yang ia tempati kondisinya sudah tidak konduaif. Dimana, setiap harinya serangan-serangan rudal terjadi di beberapa titik khususnya di Kota Teheran.

"Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut," ujarnya, Selasa 11 Maret 2026.

Setiap hari, sambung Segar, dirinya melihat langsung gempuran-gempuran rudal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pasalnya, lokasi ia bekerja sebagai teknisi pesawat ini berada tepat di bandar udara utama Imam Khomeini (IKA) untuk penerbangan internasional. Sedangkan Bandara Internasional Mehrabad (THR) untuk penerbangan domestik.

"Hampir setiap hari serangan itu terjadi, tapi untuk warga disana sudah biasa tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif," kata dia.

Selama serangan terjadi, ia bersama rekan WNI lainnya langsung dipulangkan kembali ke asrama tempat mereka tinggal. Sebab, perusahaannya dalam beberapa pekan terakhir telah menerapkan status siaga dengan menutup dan meliburkan aktivitas para pekerjanya.

"Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI. Dengan situasi keamanan yang semakin mencekam, saya kemudian memutuskan untuk mendaftarkan diri kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Taheran agar dapat pulang ke Tanah Air," ucapnya.

Segar juga menerangkan selama perjalanan dan proses evakuasi seluruhnya berjalan aman. Petugas dari perwakilan KBRI terus memberikan arahan dan pendampingan hingga pada akhirnya bisa sampai di Indonesia.

Seorang WNI yang dievakuasi darumi Iran lainnya, Abdul Wahid mengaku situasi mencekam saat terjadi konflik di Iran. Diapun sangat syok ketika pertama kali mendengar suara dentuman dari jarak yang cukup dekat.

"Iya, pertama dengar bom itu ya ternyata lebih dasyat lah, ngeri. Karena, emang di sekililing," ujarnya.

Saat kejadian itu, Wahid sedang berada di bandara. Karena ia memang bekerja sebagai teknisi perawatan pesawat.

"Saya lagi di kantor waktu itu, terus disuruh bubar sama kantor. Suruh pulang ke apartemen, ya udah kita pulang, itu lagi di airport," kata dia.

Kemudian, saat dirinya tiba di apartement, suara bom itu kembali terjadi. Kali ini dari jarak yang sangat dekat, hingga membuatnya panik bukan kepayang.

"Ya kondisinya orang dengar bom ya nggak biasa lah, jadi ya takut lah. Jaraknya satu kilo atau dua kilo lah," ucapnya.

Apartemen Wahid memang terletak di Tehran, titik terjadinya serangan dari Israel. Ia pun hingga sekarang masih mengalami traumatik akan kejadian tersebut.

Meski begitu, Wahid tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Iran sambil menunggu situasi dan panggilan kembali oleh perusahaan. "Sambil nunggu kondisi nanti aman, kalau memang dipanggil lagi sama perusahaan ya kalau udah aman mungkin balik," ujarnya.

Diketahui, dalam tahapan pemulangan WNI dari Iran oleh Pemerintah Indonesia saat ini terdapat 22 orang telah berhasil kembali ke Tanah Air. Kepulangan puluhan WNI ini, melalui proses penerbangan Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan dan diterbangkan ke Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Rombongan WNI ini, kembali ke tanah air setelah melalui perjalanan panjang evakuasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Dari sebanyak 22 orang WNI tersebut masuk ke dalam gelombang pertama tahapan evakuasi.

"Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono.

Ia mengatakan, untuk proses evakuasi akan dilanjutkan pada tahapan gelombang ke dua dengan dengan jumlah sebanyak 36 WNI. Mereka tercatat dan mendaftarkan diri untuk bisa dipulangkan ke Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....