Menkeu: Defisit APBN Rp54,6 Triliun Masih Terkendali
- 24 Feb 2026 21:20 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp54,6 triliun atau setara 0,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Januari 2026. Angka ini dinilai masih sangat terkendali dan sesuai dengan desain APBN tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, posisi defisit tersebut masih dalam batas aman dan mencerminkan pengelolaan fiskal yang prudent.
“Posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Hingga akhir Januari 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp227,3 triliun, seiring percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap sehat. Kinerja pendapatan negara masih menunjukkan tren positif, terutama dari sektor perpajakan, sehingga menopang stabilitas APBN di tengah kebutuhan belanja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah menegaskan APBN akan terus dikelola secara hati-hati, menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan kesinambungan fiskal. Dengan defisit yang masih rendah, APBN tetap diharapkan mampu berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendukung program pembangunan sepanjang 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....