Mentrans Buka Pameran Ekspedisi Patriot Kembangkan Kawasan Transmigrasi
- 23 Feb 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bandung - Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membuka Pameran Ekspedisi Patriot Tahun 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia meminta kontribusi dan keterlibatan aktif universitas dalam melakukan pemetaan dan pengembangan 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Menteri Iftitah berharap sejumlah hasil pemetaan potensi di kawasan transmigrasi dapat ditindak lanjuti dengan pengembangan di masing-masing daerah. Pameran ini menampilkan hasil pemetaan oleh peserta Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang berlangsung 23 hingga 27 Februari 2026.
Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi berhasil memberikan 400 output dari pemetaan di 154 kawasan oleh 2.000 peserta. Dalam pemetaan di lapangan, peserta didampingi oleh para pembimbing dan peneliti dari berbagai universitas yang membaur dengan transmigran.
"Kita kembangkan melalui program Ekspedisi Patriot ini, pertama adalah revitalisasi, yang kedua, itu adalah transformasi. Kunci dari transformasi bagaimana kita melakukan pertumbuhan ekonomi dengan bantuan SDM-SDM yang unggul," kata Menteri Iftitah di ITB, Bandung, pada Senin, 23 Februari 2026.
Menteri Iftitah mengapresiasi Tim Ekspedisi Patriot yang telah bertugas empat bulan di lokasi penempatan kawasan transmigrasi. Menurutnya, para peserta telah banyak berkontribusi menyelesaikan permasalahan dari mulai yang terkecil di masing-masing kawasan transmigrasi.
"Kami olah datanya sudah berkarya dengan misalkan membuat saluran air bersih di Papua. Hal ini sudah kami laporkan kepada Anggota DPR, Komisi V DPR apa yang sudah dilakukan oleh ITB ini," ucapnya.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menjelaskan, Pameran Ekspedisi Patriot bertujuan untuk memperkenalkan program Kementrans bagi pengembangan kawasan transmigasi. Menurutnya, pembangunan kewilayahan saat ini memerlukan data terkait potensi daerah agar dapat berkembang sesuai kearifan lokal masing-masing daerah.
"Menyelesaikan pekerjaan rumah, baru kita mengembangkan potensi-potensi ekonomi sampai mengembangkan kawasan tersebut. Dan yang paling penting juga adalah dari Ekspedisi Patriot itu kita belajar bahwa inovasi itu membutuhkan empati," ujar Tatacipta.
Tatacipta menambahkan, peran akademisi dinilai strategis dalam memberikan masukan melalui keilmuan terhadap pengembangan kawasan ekonomi, khususnya kawasan transmigrasi. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk memasukan tidak hanya SDA melalui pemetaan potensi ekonomi, namun juga SDM transmigran.
"Solusi yang berkelanjutan itu hanya dapat terjadi melalui dialog dan kemitraan, perguruan tinggi itu harus hadir langsung. Serta berinteraksi langsung untuk bisa melakukan pengembangan, penguatan dan pemberdayaan masyarakat sehingga khusus untuk ITB bisa betul-betul berdampak," paparnya.
Pameran Ekspedisi Patriot 2025 menyajikan berbagai data pemetaan potensi ekonomi di titik penempatan penelitian kawasan transmigrasi. Diantaranya, potensi pengembangan perikanan, peternakan, kelautan, pariwisata, perkebunan hingga investasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, PIC Penanggung Tim Ekspedisi Patriot 2025 ITB, Sri Maryati. Serta Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal, serta sejumlah peserta pameran dan mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....