Perusahaan Susu Tambah Populasi Sapi Dukung Program MBG

  • 05 Feb 2026 19:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Cikarang - Direktur Hukum dan Regulasi PT Frisian Flag Indonesia Frida Chalid berkomitmen menambah populasi sapi perah. Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan volume produksi susu segar nasional guna mendukung program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Frida menjelaskan bahwa perusahaan akan mendatangkan ternak dari luar negeri dalam waktu dekat ini. Penambahan indukan sapi tersebut menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan keterbatasan bahan baku susu dalam negeri.

"Dalam waktu dekat Frisian Flag akan mengimpor sapi. Jadi sapi perah itu akan dibantu untuk masuk ke Indonesia untuk menambah populasi sapi yang ada di Indonesia," ujar Frida di Cikarang, Kamis, 5 Februari 2026.

Selain menambah hewan ternak, pihak produsen juga berencana memperbarui perangkat teknologi pada pabrik mereka. Langkah ini diambil guna mendongkrak kapasitas pengolahan agar mampu menyuplai kebutuhan nutrisi masyarakat secara masif.

Pihak industri optimis bahwa investasi pada mesin baru akan mempercepat distribusi produk ke seluruh wilayah. Harapannya, ketersediaan susu bagi anak-anak Indonesia dapat terpenuhi sesuai dengan target program nutrisi nasional.

"Yang kedua adalah kami dalam proses impor mesin baru. Untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi agar bisa mensuplai lebih banyak lagi produk untuk MBG," kata Frida.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay menekankan pentingnya ketersediaan susu. Saleh menilai kecukupan gizi merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas kecerdasan generasi muda Indonesia.

Ia memaparkan adanya selisih yang sangat tajam antara angka kebutuhan masyarakat dengan kemampuan suplai. Saat ini kapasitas produksi seluruh perusahaan susu nasional dianggap masih jauh dari angka ideal.

"Jika kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, terdapat sekitar 40 juta kekurangan. Kekurangan tersebut harus dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah," ujar Saleh.

Saleh berharap pemerintah dapat memberikan edukasi profesional kepada para peternak rakyat di berbagai daerah. Pelatihan tersebut sangat dibutuhkan agar standar kualitas susu lokal dapat diterima oleh industri pengolahan besar.

Pemerintah juga harus menjamin kerja sama yang harmonis dengan para pelaku usaha di sektor pangan. Sinergi ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan program prioritas yang tertuang dalam visi Asta Cita.

"Nah, hal tersebut menjadi catatan bagi kita semua. Yang terpenting, pemerintah mampu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang seirama dengan inti program Asta Cita Presiden Prabowo," kata Saleh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....