Mantan Menlu Alwi Shihab Dukung Indonesia Bergabung BoP
- 04 Feb 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab mendukung langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP). Alwi menilai hal tersebut memiliki kepentingan strategis bagi posisi Indonesia di forum internasional.
“Mendukung, masa enggak mendukung,” ujar Alwi setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Ia menilai langkah tersebut relevan dalam dinamika geopolitik global saat ini.
“Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu aja kira kira. Jadi apa yang harus diperhatikan, kita sudah masuk masa kita bilang keluar kan enggak mungkin,” ucap Menlu periode 1999-2001 itu.
Menurut Alwi, Presiden Prabowo memiliki pandangan dan alasan tersendiri dalam memutuskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP. Alasan tersebut dinilainya valid dan patut dihormati sebagai kebijakan strategis pemerintah.
Alwi menilai keanggotaan Indonesia dalam BoP sebagai hal yang penting. Ia menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam forum internasional untuk menjaga kepentingan nasional dan regional.
Terkait tidak dilibatkannya Palestina dalam BoP, Alwi menilai kondisi tersebut justru menjadi alasan kuat bagi Indonesia. Menurutnya, dengan menjadi anggota, Indonesia memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan dan memperjuangkan kepentingan Palestina.
“Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong. 'Jangan gitu dong, ini kita mau memperjuangkan Palestina, jangan Israel saja yang diperhatikan’, itu kira-kira yang ingin saya sampaikan,” ucapnya.
Alwi juga menilai langkah Presiden mengumpulkan para mantan pejabat diplomasi sebagai sikap yang positif dan bijaksana. “Saya kira ini sangat positif, pertama kali begini yang bekas Menlu diajak bicara, Beliau ini bijaksana lah,” ujar Alwi.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh diplomasi. Ia menyebut Presiden menerima para menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, mantan pejabat, hingga kalangan pemikir kebijakan.
“Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, Wakil Menlu, Mantan Menlu, dan Wakil Menlu. Adapula para think tank untuk berdiskusi,” ujar Arrmanatha.
Ia menambahkan bahwa agenda akan mengarah pada diskusi perkembangan geopolitik saat ini. “Soal situasi geopolitik dan lain sebagainya," ucapnya singkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....