Ormas Islam Dukung Langkah Pemerintah Bergabung dalam Board of Peace
- 04 Feb 2026 14:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan Muhammadiyah memahami dan mendukung kebijakan pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BoP). Ia menilai langkah Indonesia dalam Board of Peace sejalan dengan komitmen kemanusiaan dan perdamaian global.
“Kami sangat memahami. Kami mendukung langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini,” kata Mu'ti saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden telah menjelaskan secara menyeluruh. "Pak Presiden menyampaikan secara utuh mulai dari penjelasan umum, situasi global, situasi di Palestina dan komitmen Indonesia," ucapnya.
Ia mengatakan penjelasan tersebut membuat seluruh organisasi kemasyarakatan Islam mendukung langkah politik Pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam Board of Peace. “Termasuk kaitannya dengan BoP, alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik Pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam BoP,” kata Mu'ti.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkap Presiden memberikan penjelasan menyeluruh mengenai Board of Peace dalam pertemuan tersebut. Penjelasan itu mencakup pertimbangan realistis serta peluang konkret bagi Indonesia untuk membantu Palestina.
“Tadi kami mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat. Terkait dengan keadaan yang sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia," ucap laki-laki yang kerap disapa Gus Yahya tersebut.
"Agar Indonesia bisa secara lebih konkret, progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina,” kata Gus Yahya. Ia menyampaikan, Presiden menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace akan dibarengi dengan konsolidasi negara-negara Islam dan Timur Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menitipkan pesan agar pemerintah berhati-hati dalam menyikapi setiap inisiatif internasional. Pesan itu dimaksudkan agar langkah Indonesia tidak justru merugikan rakyat Palestina.
“Kami memahami yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang nantinya justru merugikan Palestina. Semua dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....