Busa Cemari Kali Kamal Muara, Nelayan Kerang Merugi
- 04 Feb 2026 11:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Busa kembali muncul di aliran Kali Kamal Muara, Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 4 Februari 2026. Kemunculan busa tersebut diduga berasal dari limbah rumah tangga dan aktivitas industri yang terbawa aliran sungai menuju laut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, busa terlihat keluar dari rumah pompa Polder Kamal saat mesin pompa dioperasikan. Air sungai tampak berwarna hitam, sementara busa beterbangan dan menumpuk di sepanjang tanggul Kali Kamal Muara.
Diduga, limbah yang terbawa aliran Kali Kamal menuju laut berdampak langsung pada nelayan kerang hijau. Sejumlah nelayan mengeluhkan kematian massal kerang hijau yang menyebabkan kerugian ekonomi cukup besar.
Salah seorang nelayan kerang hijau, Anay Aslim, mengatakan limbah yang mengalir dari Kali Kamal menyebabkan ribuan kerang hijau mati dan membusuk. Menurutnya, kondisi tersebut membuat para nelayan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
“Kalau kena limbah, kerang itu mati total dan jumlahnya bisa ribuan yang mati. Biasanya saya bisa angkut 300 sampai 400 ember, sekarang sama sekali tidak ada,” ujar Anay saat ditemui di lokasi.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah serius agar limbah tidak lagi mengalir ke laut karena dampaknya sangat merugikan nelayan. “Harapannya limbah jangan sampai mengalir ke laut lagi, karena berimbas luar biasa bagi nelayan,” katanya.
Hal serupa disampaikan pemancing setempat, Nur Yatin. Ia mengaku kemunculan busa di Kali Kamal Muara bukan kali pertama terjadi, namun kali ini kondisinya dinilai lebih parah dari biasanya.
Ia menduga busa berasal dari limbah rumah tangga atau pabrik yang terbawa aliran air, meski belum mengetahui sumber pastinya. "Jadinya hasil tangkapan ikan menurun saat busa muncul di perairan," ucapnya.
Warga dan nelayan berharap adanya penanganan serius dari pemerintah terkait permasalahan limbah di Kali Kamal Muara. Selain mencemari lingkungan, kondisi tersebut dinilai merugikan nelayan serta mengancam ekosistem perairan di wilayah pesisir Jakarta Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....