Mandai, Olahan Kulit Cempedak Khas Kalimantan Tengah yang Tetap Digemari
- 19 Jul 2026 10:42 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kulit buah cempedak yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi makanan khas Kalimantan yang dikenal dengan nama mandai.
Hidangan tradisional ini banyak dijumpai di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, serta menjadi salah satu lauk favorit masyarakat karena memiliki cita rasa yang unik dan khas. Mandai umumnya diolah melalui proses fermentasi sebelum digoreng atau dimasak dengan bumbu tertentu.
Proses pembuatan mandai dimulai dengan memisahkan bagian dalam kulit cempedak yang berwarna putih, kemudian direndam dan difermentasi menggunakan garam selama beberapa hari.
| Baca juga: Mengenal Jamur Enoki dan Cara Mengolahnya |
Setelah itu, mandai dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama dan diolah menjadi berbagai menu, mulai dari mandai goreng hingga tumis mandai yang menggugah selera.
Menurut Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan, mandai merupakan salah satu warisan kuliner masyarakat Kalimantan yang mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan pangan secara optimal. Pemanfaatan kulit cempedak menjadi makanan menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil alam agar memiliki nilai tambah dan tidak terbuang percuma.
Selain memiliki nilai budaya, mandai juga berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyebutkan bahwa kuliner tradisional memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. Produk kuliner khas seperti mandai dinilai mampu menarik minat wisatawan yang ingin menikmati cita rasa autentik Nusantara.
Media Kompas.com dalam ulasannya tentang kuliner Nusantara menyebutkan bahwa mandai kini mulai dikembangkan oleh pelaku usaha dalam bentuk kemasan siap saji.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran sekaligus memperkenalkan makanan khas Kalimantan kepada masyarakat di luar daerah.
Keberadaan mandai menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia lahir dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.
Dengan terus melestarikan dan mengembangkan olahan kulit cempedak ini, mandai diharapkan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan sekaligus membuka peluang ekonomi yang menjanjikan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....