Tempe Semangit atau Tempe Busuk, Masih Boleh Dimakan?
- 13 Jul 2026 11:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah menemukan tempe yang sudah beberapa hari disimpan lalu aromanya berubah menjadi lebih tajam? Banyak orang langsung menganggapnya busuk dan membuangnya. Padahal, belum tentu demikian. Dalam kuliner Indonesia, ada yang dikenal sebagai tempe semangit, yaitu tempe yang mengalami fermentasi lanjutan. Tempe ini justru menjadi bahan favorit untuk berbagai masakan tradisional karena memberikan cita rasa gurih dan umami yang lebih kuat.
Lalu, bagaimana membedakan tempe semangit dengan tempe yang benar-benar sudah busuk?
Tempe semangit adalah tempe yang dibiarkan mengalami fermentasi lebih lama setelah matang. Akibatnya, aromanya menjadi lebih menyengat dibandingkan tempe segar. Warna tempe juga bisa berubah menjadi kekuningan atau sedikit kecokelatan, sementara teksturnya menjadi lebih lunak.
Di beberapa daerah, tempe semangit sengaja digunakan untuk membuat sambal tumpang, bothok, hingga sayur lodeh karena mampu menghasilkan rasa yang lebih kaya. Apakah tempe seperti ini masih layak dimakan? Tempe semangit umumnya masih aman diolah jika aromanya tajam khas fermentasi, bukan bau busuk yang menusuk, tidak berlendir, tidak ditumbuhi jamur berwarna hijau, hitam, merah muda, atau oranye dan tidak berubah menjadi lembek berair akibat pembusukan.
Jika hanya mengalami fermentasi lanjutan, tempe masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan, terutama yang dimasak hingga matang. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi tempe jika sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, seperti berlendir, mengeluarkan bau busuk yang tidak khas fermentasi, ditumbuhi jamur berwarna selain putih, berubah warna secara tidak wajar disertai tekstur yang hancur dan berair. Kondisi tersebut menandakan tempe sudah tidak layak konsumsi dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.
Jadi, tempe semangit bukan berarti tempe busuk ya, karena masih banyak orang menyamakan tempe semangit dengan tempe busuk. Padahal, keduanya berbeda. Tempe semangit merupakan hasil fermentasi lanjutan yang masih dapat dimanfaatkan dalam berbagai masakan tradisional, sedangkan tempe busuk telah mengalami pembusukan akibat pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
Karena itu, sebelum membuang tempe yang sudah beberapa hari disimpan, perhatikan terlebih dahulu kondisi aroma, tekstur, dan tampilannya. Jika masih menunjukkan ciri fermentasi yang normal, tempe tersebut kemungkinan adalah tempe semangit dan masih bisa diolah menjadi hidangan yang lezat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....