Waspadai Natrium Tersembunyi Pemicu Hipertensi pada Makanan Olahan
- 10 Jul 2026 22:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak orang menganggap garam dapur sebagai penyebab utama tekanan darah tinggi. Padahal, natrium yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi juga banyak ditemukan dalam berbagai makanan olahan yang sering dikonsumsi sehari-hari. Tanpa disadari, asupan natrium dari makanan kemasan, bumbu siap saji, hingga mi instan dapat membuat konsumsi harian melampaui batas yang dianjurkan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Nadhira Afifa, Sp.GK menjelaskan bahwa natrium sebenarnya merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. Namun, apabila dikonsumsi secara berlebihan, natrium akan menarik lebih banyak air ke dalam pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan tekanan darah menjadi lebih tinggi. "Natrium memiliki fungsi penting bagi tubuh, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan volume darah sehingga tekanan darah ikut naik," ujarnya.
Menurut dr. Nadhira, dampak natrium tidak hanya meningkatkan volume darah, tetapi juga dapat memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga risiko hipertensi semakin besar. Hipertensi yang tidak terkontrol juga diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.
Ia menegaskan bahwa membatasi penggunaan garam saat memasak memang penting, tetapi masyarakat juga harus memperhatikan sumber natrium lain yang kerap luput dari perhatian. Berbagai makanan olahan, makanan kemasan, serta bumbu penyedap mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi meskipun tidak selalu terasa asin. "Natrium tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga banyak terdapat pada makanan olahan dan produk kemasan," katanya.
Beberapa contoh makanan yang mengandung natrium cukup tinggi antara lain wafer dengan sekitar 75 miligram natrium per sajian, camilan kemasan sekitar 140 miligram, saus sambal sekitar 330 miligram, kecap sekitar 380 miligram, hingga mi instan yang dapat mengandung sekitar 1.220 miligram natrium dalam satu porsi. Jika dikonsumsi bersamaan dalam satu hari, jumlah natrium yang masuk ke tubuh dapat meningkat dengan cepat tanpa disadari.
Dr. Nadhira mengingatkan bahwa World Health Organization (WHO) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 miligram per hari atau setara dengan sekitar satu sendok teh garam. Batas tersebut sudah mencakup seluruh natrium yang berasal dari makanan, minuman, maupun bumbu yang dikonsumsi setiap hari. "Masyarakat perlu membiasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan agar lebih mudah mengontrol asupan natrium harian," ucapnya.
Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, memperbanyak buah dan sayuran, serta menjalani gaya hidup aktif. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal, menekan risiko hipertensi, dan mencegah berbagai penyakit tidak menular sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....