Oseng-oseng Kulit Durian, Unik dan Mengurangi Limbah

  • 14 Jul 2026 11:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Durian dikenal sebagai salah satu buah tropis yang memiliki banyak penggemar. Namun, setelah daging buahnya dikonsumsi, sebagian besar kulit durian langsung dibuang. Padahal, bagian putih yang berada di balik duri-duri tajam masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan setelah dipisahkan dari kulit luar yang keras dan dibersihkan hingga benar-benar bebas dari getah.

Untuk membuat oseng-oseng kulit durian, bagian putih kulit dipotong tipis lalu direbus hingga teksturnya empuk. Setelah itu, bahan ditumis bersama bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, daun salam, dan berbagai bumbu lainnya sesuai selera. Proses perebusan penting dilakukan untuk mengurangi rasa getir sekaligus menghasilkan tekstur yang lebih lembut.

Dari segi gizi, bagian putih kulit durian mengandung serat pangan yang cukup tinggi. Serat berperan membantu melancarkan sistem pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta mendukung kesehatan usus. Meski demikian, kandungan gizinya tidak dapat menggantikan kebutuhan sayur dan buah yang beragam dalam pola makan sehari-hari.

Selain kaya serat, pemanfaatan kulit durian sebagai bahan pangan juga mendukung upaya pengurangan limbah organik. Mengolah bagian yang masih layak konsumsi menjadi makanan dapat meningkatkan nilai tambah buah durian sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Konsep ini sejalan dengan prinsip pengolahan pangan berkelanjutan yang kini semakin banyak diterapkan.

Oseng-oseng kulit durian memiliki cita rasa yang unik. Teksturnya menyerupai rebung muda atau nangka muda dengan kemampuan menyerap bumbu secara baik. Karena itu, hidangan ini dapat dipadukan dengan ikan asin, teri, ebi, maupun tempe sehingga menghasilkan menu rumahan yang lezat dan berbeda dari olahan sayur pada umumnya.

Meski demikian, tidak semua bagian kulit durian dapat dikonsumsi. Hanya lapisan putih bagian dalam yang digunakan, sedangkan kulit luar yang keras dan berduri harus dibuang. Kebersihan bahan juga perlu diperhatikan agar terhindar dari kotoran maupun sisa getah yang dapat memengaruhi cita rasa dan keamanan pangan.

Oseng-oseng kulit durian menjadi contoh kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan secara maksimal. Dengan pengolahan yang tepat, limbah buah dapat diubah menjadi hidangan bernilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi sampah organik. Inovasi kuliner seperti ini juga membuka peluang pengembangan makanan khas berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan bernilai gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....