Kuliner Lereng Gunung Merapi 'Jadah tempe' Bertahan Lintas Generasi

  • 06 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Kuliner Lereng Gunung Merapi 'Jadah tempe' Bertahan Lintas Generasi
  • Proses pembuatan 'Jadah Tempe' tetap mempertahankan cara tempo dulu menggunakan tungku kayu bakar

RRI.CO.ID, Kediri – Kuliner khas lereng Gunung Merapi ‘Jadah Tempe’ yang berada di Kawasan Kaliurang, Sleman, DIY Yogyakarta, masih bertahan hingga kini dan banyak diminati oleh wisatawan lintas generasi. Kudapan tradisional ini memadukan gurihnya jadah ketan putih dengan manis legitnya tempe bacem hangat.

Jajanan yang juga banyak dijuluki ‘Burger Jawa’ ini merupakan hidangan autentik dan termasuk menu favorit keluraga Keraton Jogja. Pasca melewati empat generasi dari sang pembuat jadah tempe pertama kali, Mbah Carik pada 1940-an, warisan kuliner lereng Merapi ini kini bertransformasi menjadi oleh-oleh modern khas Sleman dengan mempertahankan kearifan lokalnya.

“Sebagai warga asli Kediri, dulu sempat merasa aneh dengan jadah tempe karena menurut saya bukan perpaduan yang pas antara jadah dan tempe bacem. Setelah beberapa kali coba, ternyata rasanya enak,” kata Happy Kurniawan, warga Kelurahan Bence, Kota Kediri, Jawa Timur, yang baru saja berwisata ke Gunung Merapi bersama keluarganya, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut pria 46 tahun yang merupakan ASN Pemerintahan Kota Kediri ini, jadah dan tempe bacem yang disantap secara bersamaan menciptakan perpaduan rasa gurih dan manis yang menggugah selera. “Kalau makan bakpia atau gudeg di Joga tentu sudah biasa. Jadah tempe kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX wajib dicoba juga,” ujar Happy kepada RRI Kediri.

Sementara itu, selain tekstur dan rasanya, yang menarik dari ‘Jadah Tempe’ adalah proses pembuatannya tetap mempertahankan cara tempo dulu menggunakan tungku kayu bakar. “Kalau penduduk lereng Merapi asli, pasti bisa membedakan mana jadah tempe yang dimasak secara konvensional dan mana yang modern,” ucap Happy, Senin pagi.

Jajanan ‘Jadah Tempe’ membuktikan suatu kesederhanaan warisan budaya lokal yang dirawat secara konsisten tidak akan tergantikan oleh hadirnya kuliner modern yang hadir silih berganti. Udara dingin dan sejuknya kawasan pegunungan menjadikan makanan yang tergolong unik satu ini mampu menciptakan momen nostalgia sembari sejenak melepas penat.

Menikmati kelezatan ‘Jadah Tempe’ kini bukan sekedar bagian dari wisata kuliner di Yogyakarta, melainkan sebuah ritual wajib saat berkunjung ke Kawasan Kaliurang sebagai bagian dari pelestarian peninggalan nenek moyang. Selain itu, komitmen dalam menjaga keaslian resep menjadikan ‘Jadah Tempe’ sukses menjadi salah satu kuliner legendaris abadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....