Pasar Ngasem Ramai Dikunjungi saat Libur Iduladha, Jenang Yu Jumilah Jadi Favorit

  • 31 Mei 2026 22:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana Pasar Ngasem Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya selama libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Ribuan wisatawan dan warga lokal memadati kawasan wisata kuliner tersebut untuk berburu aneka makanan tradisional khas Yogyakarta.

Salah satu yang paling ramai diserbu pengunjung adalah lapak Jenang Yu Jumilah yang sejak pagi hari dipadati antrean pembeli. Wisatawan maupun warga lokal rela mengantre untuk mendapatkan jenang tradisional yang telah menjadi salah satu ikon kuliner Pasar Ngasem tersebut.

Pemilik Jenang Yu Jumilah, Fajar Suryanti, mengatakan lonjakan pembeli selalu terjadi saat akhir pekan panjang maupun musim liburan. Bahkan antrean pembeli kerap mengular hingga memutari lapak miliknya.

"Setiap long weekend, antreannya luar biasa. Kalau Sabtu dan Minggu saja biasanya sudah panjang, apalagi saat liburan seperti sekarang. Alhamdulillah pembelinya terus berdatangan," ujar Fajar saat ditemui di Pasar Ngasem, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut Fajar, peningkatan jumlah pengunjung juga berdampak pada kebutuhan bahan baku. Pada akhir pekan biasa, Jenang Yu Jumilah dapat menghabiskan sekitar 200 liter santan per hari. Sementara selama masa libur panjang, kebutuhan santan meningkat hingga mendekati 300 liter setiap harinya.

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap kuliner tradisional tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini sekaligus menunjukkan Pasar Ngasem semakin dikenal sebagai destinasi wisata kuliner di Yogyakarta.

“Masyallah saya juga enggak nyangka seperti itu,” ucapnya.

Menurut Fajar, menu yang paling banyak dicari pengunjung adalah jenang sumsum dan candil ketan. Kedua varian tersebut menjadi favorit pelanggan karena cita rasanya yang khas dan dibuat menggunakan bahan-bahan tradisional.

Fajar mengatakan, usaha Jenang Yu Jumilah yang kini berjualan di Pasar Ngasem telah berjalan sekitar dua tahun. Sebelum memiliki lapak tetap, keluarga mereka lebih banyak melayani pesanan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti pengajian dan program Jumat Berkah.

"Alhamdulillah sekarang Pasar Ngasem semakin ramai. Bukan hanya kami yang merasakan manfaatnya, tetapi pedagang lain juga ikut mendapatkan berkah dari banyaknya wisatawan yang datang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....