Adee, Kue Tradisional Aceh Tetap Bertahan di tengah Modernisasi
- 08 Apr 2026 20:55 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Maraknya makanan modern yang terus bermunculan, kue tradisional khas Aceh bernama Adee tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kuliner warisan yang digemari masyarakat. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manis yang khas, serta aroma harum yang menggugah selera.
Adee merupakan kue berbahan dasar tepung, santan, telur, dan gula yang dipadukan dengan proses pengolahan tradisional. Salah satu ciri khasnya terletak pada teknik pemanggangan yang masih menggunakan cara konvensional, sehingga menghasilkan lapisan atas yang sedikit kecokelatan dengan rasa legit yang meresap hingga ke dalam.
Di Lhokseumawe, Adee masih banyak dijumpai di pasar tradisional maupun toko kue khas daerah. Kue ini sering disajikan dalam berbagai acara, mulai dari kenduri, perayaan hari besar keagamaan, hingga menjadi oleh-oleh bagi para pengunjung yang datang ke Aceh.
Para pelaku usaha kuliner lokal menyebutkan bahwa permintaan terhadap Adee cenderung meningkat, terutama menjelang hari-hari besar seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kuliner tradisional masih cukup tinggi meskipun dihadapkan pada berbagai pilihan makanan modern.
Selain cita rasanya yang khas, Adee juga memiliki nilai budaya yang kuat. Kue ini menjadi bagian dari identitas kuliner Aceh yang diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatannya yang relatif sederhana namun membutuhkan ketelatenan menjadikan Adee tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kearifan lokal.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan kuliner, Adee memiliki potensi besar untuk terus diperkenalkan ke tingkat yang lebih luas. Upaya pelestarian dan inovasi dalam penyajian diharapkan dapat menjaga keberadaan kue tradisional ini agar tetap relevan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....