Gerak Ringan setelah Makan Bantu Kendalikan Lonjakan Gula Darah
- 18 Jul 2026 09:55 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo -Kenaikan kadar gula darah setelah makan merupakan kondisi yang normal. Namun, lonjakan yang terjadi secara berlebihan dan berulang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan diabetes.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dua jam setelah makan tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada orang yang belum didiagnosis diabetes.
"Setelah makan gula darah memang naik, tetapi jika lonjakannya terlalu tinggi dan sering terjadi, hal itu perlu menjadi perhatian," ujar dr. Cecep melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Ia menjelaskan, salah satu cara sederhana untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah adalah dengan mengaktifkan otot tubuh. Saat otot berkontraksi, glukosa dalam darah dapat diserap sebagai sumber energi tanpa terlalu bergantung pada kerja insulin.
Bagi masyarakat yang harus tetap duduk setelah makan, dr. Cecep menyarankan melakukan gerakan jinjit atau soleus push-up. Gerakan ini dilakukan dengan menekan ujung kaki ke lantai kemudian mengangkat tumit secara berulang sekitar 60 kali per menit.
Menurutnya, gerakan tersebut mampu mengaktifkan otot betis sehingga membantu menyerap gula darah meski dilakukan dalam posisi duduk.
| Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia yang Perlu Dicoba |
Efektivitas aktivitas fisik ringan setelah makan juga didukung oleh hasil penelitian yang melibatkan 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jeda untuk bergerak secara berkala setelah makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Selain gerakan jinjit, dr. Cecep juga menyarankan untuk menghindari kebiasaan langsung duduk atau berbaring setelah makan. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan berdiri atau berjalan di tempat selama sekitar tiga menit setiap 30 menit agar otot tetap aktif membakar glukosa.
Apabila memiliki waktu lebih, berjalan kaki santai selama sekitar 10 menit setelah makan juga dinilai efektif membantu otot menyerap kelebihan gula darah.
Meski demikian, dr. Cecep menegaskan bahwa berbagai aktivitas tersebut hanya berfungsi sebagai langkah pendukung. Upaya tersebut tidak dapat menggantikan pengobatan medis maupun penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki faktor risiko penyakit metabolik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....