Mengenal Bio Energy Power, Teknik Olah Napas untuk Jaga Kebugaran

  • 17 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Bio Energy Power (BEP) menjadi salah satu metode olahraga masyarakat yang menggabungkan latihan pernapasan dan gerakan sederhana. Metode ini diperkenalkan Komunitas BEPers Indonesia (KBI) sebagai upaya membantu masyarakat menjaga kebugaran tubuh melalui teknik olah napas yang dilakukan secara terstruktur.

Pengurus KBI, Sakti Hadengganan, menjelaskan Bio Energy Power merupakan perpaduan antara olah napas dan olah gerak yang bertujuan menghimpun energi tubuh. Menurutnya, energi tersebut berasal dari proses oksidasi glukosa maupun lemak yang membutuhkan pasokan oksigen dalam jumlah cukup.

"Selama ini kita bernapas secara alami, tetapi sering kali tidak menyadari pentingnya oksigen dalam proses pembentukan energi tubuh. Karena itu, olah napas dilakukan agar suplai oksigen menjadi lebih optimal," ujarnya dalam dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Bogor, Jumat, 17 Juli 2026.

Ketua KBI Kota Bogor, Zani Yulia, mengatakan metode Bio Energy Power (BEP) dirancang oleh dr. Harry Jauhari Angga. Menurutnya, metode tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan.

"Teknik pernapasannya berbeda dari pola bernapas sehari-hari karena dilakukan melalui tahapan tertentu," ujarnya.

Ia menjelaskan, latihan diawali dengan menarik napas kuat melalui hidung hingga terasa penuh. Setelah itu, napas ditahan dengan bantuan otot diafragma sambil mengembangkan perut, kemudian diakhiri dengan mengembuskan napas secara perlahan melalui mulut tanpa meniup dengan kuat.

Menurut Zani, teknik tersebut dikenal sebagai pola pernapasan segitiga yang menjadi dasar dalam setiap latihan Bio Energy Power. Seluruh rangkaian dilakukan bersamaan dengan gerakan sederhana sehingga dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia.

Dalam satu sesi latihan, peserta biasanya melakukan sekitar 30 kali pengulangan gerakan dengan durasi sekitar 37 hingga 40 menit. Gerakannya terdiri atas tiga pola utama yang diawali pemanasan dan diakhiri gerakan penutup.

Sakti menambahkan, latihan BEP tidak membutuhkan peralatan khusus maupun ruang yang luas. Karena intensitas gerakannya ringan, metode ini dapat dilakukan oleh anak muda, lansia, hingga peserta yang memiliki keterbatasan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing.

Selain latihan fisik, KBI juga menekankan tiga pilar utama dalam Bio Energy Power, yaitu menjaga pola pikir positif, menerapkan pola makan sehat dan seimbang, serta rutin melakukan olah napas dan olah gerak. Ketiga aspek tersebut dinilai saling melengkapi dalam mendukung kebugaran tubuh.

Melalui pengenalan teknik olah napas ini, KBI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Latihan yang sederhana, mudah dipelajari, dan dapat dilakukan secara rutin diharapkan menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan bugar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....