Potensi Karhutla Meningkat, Warga Palangka Raya Perlu Waspadai Dampak Kesehatan

  • 17 Jul 2026 09:12 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan masyarakat. Hingga pertengahan bulan ini belum terjadi lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan seperti ISPA maupun radang paru di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Namun pihak Puskesmas mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan langkah pencegahan sejak dini, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjaga daya tahan tubuh.

Kepala Puskesmas Panarung, Norjainah Sulastri, menyampaikan pasien dengan keluhan penyakit paru memang tetap ada namun jumlahnya masih berada dalam kondisi normal dan belum menunjukkan lonjakan akibat kabut asap.

"Bau asapnya ada, secara lingkungannya ada. Tapi kan kalau peningkatan jumlah kasusnya yang belum signifikan peningkatannya masih standar lah karena bulan lalu data di puskesmas kami terkait penyakit ISPA adalah 257 kasus. Memasuki bulan ini kan sudah 2 minggu ya, kira-kira sekarang itu ada 129 orang. Masih sama kayak bulan lalu jumlah kasusnya," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Meski belum terjadi lonjakan kasus, Norjainah menyayangkan belum adanya imbauan khusus dari pihak-pihak terkait mengenai bahaya kabut asap. Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat seharusnya sudah mulai dilakukan sejak dini mengingat potensi karhutla mulai meningkat.

Sementara itu, pihak Puskesmas setiap hari terus mengingatkan masyarakat yang datang berobat agar selalu menggunakan masker serta menyediakan masker gratis bagi seluruh pengunjung.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Puskesmas Menteng. Di fasilitas kesehatan tersebut belum ditemukan peningkatan jumlah pasien ISPA maupun penyakit paru lainnya yang dipicu kabut asap.

Dokter Umum sekaligus Penanggung Jawab Klaster III Dewasa dan Lansia Puskesmas Menteng, Theresia Helena, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi kabut semakin pekat untuk mulai melakukan pencegahan.

"Jadi biasanya kami sarankan untuk menggunakan masker kalau misalnya ada gejala batuk atau di sekitarnya juga ada yang batuk. Kemudian makan-makanan bergizi, bawa raga teratur, istirahat cukup, serta perbanyak minum air putih," katanya.

Dokter Theresia menyampaikan kondisi di Puskesmas Menteng juga masih belum menunjukkan peningkatan kasus ISPA maupun penyakit paru lainnya. Namun, masyarakat diminta tetap waspada dengan menggunakan masker saat kabut asap mulai terasa, rutin mencuci tangan, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada para pelajar mengingat aktivitas sekolah sudah kembali berlangsung. Tenaga kesehatan berharap masyarakat mulai membiasakan langkah pencegahan sejak dini agar dampak kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan selama musim karhutla berlangsung. (Ahmad Fauzi Hidayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....