Antisipasi ISPA, Dinkes Kabupaten Kediri Minta Siswa Terapkan PHBS

  • 17 Jul 2026 04:52 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau para siswa untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, saat meninjau kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut Bambang, kondisi musim kemarau yang ditandai perubahan cuaca ekstrem dan tingginya paparan debu, berpotensi memicu gangguan kesehatan pada peserta didik. Ia mengatakan, lingkungan sekolah, seperti di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri yang berada di kawasan perkebunan, ditambah aktivitas pembangunan yang masih berlangsung di sejumlah bangunan, menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan paparan debu bagi siswa.

"Anak-anak perlu mewaspadai risiko ISPA karena lingkungan sekolah berada di kawasan perkebunan dan masih terdapat aktivitas pembangunan yang menimbulkan debu. Karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat," kata Bambang.

Siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri mengikuti rangkaian Cek Kesehatan Gratis (Foto : RRI/Kusuma)

Bambang menjelaskan, kasus ISPA di Kabupaten Kediri hingga saat ini masih bersifat fluktuatif. Berdasarkan laporan dari 37 puskesmas yang tersebar di 26 kecamatan, pada musim kemarau seperti sekarang ini rata-rata terdapat lima hingga 10 pasien ISPA yang datang berobat per harinya.

“Suhunya kan berubah-ubah. Ditambah paparan debu serta angin. Ketika daya tahan tubuh kita sedang tidak bagus, maka sangat mudah untuk terserang ISPA,” jelasnya.

Selain ISPA, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena bediding yang umum terjadi pada musim kemarau. Perubahan suhu yang cukup ekstrem dapat memicu gangguan kesehatan seperti rhinitis atau peradangan pada selaput lendir hidung yang ditandai gejala hidung tersumbat, pilek, bersin, dan hidung terasa gatal. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat memicu munculnya biduran.

"Kami mengimbau para siswa agar menjaga pola makan, beristirahat yang cukup, menerapkan PHBS secara konsisten, serta mematuhi arahan dari bapak/ibu guru selama mengikuti kegiatan di sekolah. Dengan kondisi tubuh yang sehat, risiko terkena penyakit pada musim kemarau dapat ditekan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....