Cara Mencegah Demam Berdarah di tengah Musim Kemarau

  • 16 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD tetap dapat berkembang biak selama musim kemarau karena suhu hangat mempercepat siklus pertumbuhan dan genangan air di wadah menjadi stabil.
  • Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) dan penambahan langkah seperti penyebaran larvasida menjadi upaya utama memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD.
  • Pembersihan berkala wadah penampungan air, perlindungan diri dari gigitan, menjaga daya tahan tubuh, dan pemeriksaan dini gejala demam tinggi adalah strategi pencegahan komprehensif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Musim kemarau sering dianggap sebagai periode yang aman dari Demam Berdarah Dengue (DBD). Padahal, nyamuk penyebab DBD, 'Aedes aegypti', tetap dapat berkembang biak meski curah hujan menurun.

Meski identik dengan cuaca kering, musim kemarau tetap dapat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Suhu udara yang hangat membuat siklus pertumbuhan nyamuk berlangsung lebih cepat, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa.

Selain itu, genangan air di bak mandi, toren, ember, maupun wadah lainnya cenderung stabil karena tidak terguyur hujan. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang menjadi jentik.

Melansir dari berbagai sumber, simak lima cara mencegah demam berdarah saat musim kemarau berlangsung.

1. Gerakan 3M Plus

Gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas. Gerakan tersebut menjadi upaya utama untuk memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD.

Selain menerapkan 3M, masyarakat juga dianjurkan melakukan langkah "Plus", seperti menaburkan larvasida bila diperlukan dan membersihkan saluran air. Penerapan 3M Plus secara konsisten dapat mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.


2. Membersihkan tempat penampungan air

Bak mandi, ember, toren, maupun drum penyimpanan air sebaiknya dibersihkan dan disikat sedikitnya satu kali setiap minggu. Penyikatan penting dilakukan karena telur nyamuk dapat menempel pada dinding wadah air.

Tempat penampungan air yang bersih akan mengurangi peluang jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa. Penutup wadah air juga perlu dipastikan selalu rapat agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.

3. Melindungi diri dari gigitan nyamuk

Masyarakat dapat menggunakan losion antinyamuk, mengenakan pakaian berlengan panjang, atau memakai kelambu saat tidur. Langkah ini membantu mengurangi kontak langsung dengan nyamuk pembawa virus dengue.

Perlindungan tambahan dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa pada pintu maupun ventilasi rumah. Nyamuk akan lebih sulit masuk ke dalam ruangan jika aksesnya dibatasi.

4. Menjaga daya tahan tubuh

Kondisi tubuh yang sehat berperan penting dalam menghadapi berbagai risiko penyakit, termasuk DBD. Konsumsi makanan bergizi, minum air putih, serta istirahat yang cukup dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.

Aktivitas fisik secara teratur dan olahraga juga dapat membantu meningkatkan kebugaran tubuh. Dengan kondisi tubuh yang prima, risiko mengalami gejala DBD yang lebih berat dapat diminimalkan apabila terjadi infeksi.


5. Memeriksakan diri ke dokter

Cara terakhir ialah segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, atau muncul ruam tidak boleh diabaikan.

Diagnosis dan penanganan yang cepat akan meningkatkan peluang kesembuhan sebelum kondisi semakin parah. Dengan menerapkan lima langkah tersebut secara konsisten, risiko demam berdarah di tengah musim kemarau dapat ditekan. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....